- Ramadan Festival 2026 di Masjid Al-Ikhlas PIK merayakan akhir Ramadan dengan acara religi dan kebersamaan.
- Acara menampilkan hiburan musik religi, bazaar UMKM, serta pembagian takjil oleh Candil.
- Festival tersebut turut menyelenggarakan kegiatan sosial seperti cek kesehatan gratis dan pembagian sembako.
Suara.com - Di penghujung bulan suci Ramadan, suasana hangat kebersamaan terasa begitu kental di Masjid Al-Ikhlas PIK. Ramadan Festival 2026 menjadi salah satu potret indah bagaimana umat Muslim merayakan hari-hari terakhir dengan penuh suka cita, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Sejak sore hari, kawasan masjid mulai dipadati pengunjung. Keluarga, anak-anak, hingga remaja datang untuk menikmati rangkaian acara yang tak hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan nuansa religi.
Lantunan hadroh dan marawis menggema, berpadu dengan tabuhan bedug sholawat yang menghadirkan rasa syahdu sekaligus semarak. Di sela-sela itu, alunan musik akustik bernuansa Islami menjadi latar yang menenangkan, mengiringi waktu menunggu berbuka puasa.
Kehadiran Candil menambah semarak suasana. Tak sekadar tampil, ia juga turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat, menciptakan momen hangat yang mempererat kedekatan antara pengisi acara dan pengunjung. Senyum dan sapa sederhana terasa begitu bermakna di momen penuh berkah ini.
Di area bazaar, puluhan pelaku UMKM menghadirkan ragam kuliner khas Ramadan yang menggoda selera. Aroma gorengan hangat, manisnya kolak, hingga aneka jajanan tradisional memenuhi udara, mengundang siapa saja untuk menikmati kebersamaan saat berbuka.
Suasana ini menjadi gambaran sederhana namun kuat tentang bagaimana Ramadan selalu berhasil menyatukan banyak orang dalam satu rasa: kebahagiaan.
Tak hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, festival ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk merasakan kepedulian melalui layanan cek kesehatan gratis serta pembagian paket sembako.
Kehadiran fasilitas ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang saling menjaga dan memperhatikan sesama.
Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, Eka Agus, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan yang ingin terus dijaga.
“Festival Ramadan ini adalah bagian dari program Al-Ikhlas yang berkolaborasi dengan berbagai pihak. Ada bazaar yang di dalamnya ada UMKM binaan. Juga ada akustik dan lomba hadroh, marawis dan tabuh bedug,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa makna terbesar dari festival ini bukan hanya pada kemeriahannya, tetapi pada dampak yang dirasakan bersama.
“Ini merupakan satu kolaborasi yang sangat baik, bisa saling bersinergi dan memakmurkan masjid. Mudah-mudahan hal ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Di penghujung Ramadan, festival seperti ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati seringkali hadir dari hal-hal sederhana, berbagi makanan, menikmati lantunan sholawat, hingga berkumpul tanpa sekat.
Lebaran mungkin tinggal menghitung hari, namun kehangatan yang tercipta dari momen seperti ini akan selalu tinggal lebih lama di hati setiap orang yang hadir.