Bolehkah Menikahi Sepupu dari Pihak Ayah? Ini Penjelasan Hukum dalam Islam

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:15 WIB
Bolehkah Menikahi Sepupu dari Pihak Ayah? Ini Penjelasan Hukum dalam Islam
hukum menikahi sepupu dari ayah (pexels.com/reynaldoyodia)

Suara.com - Kebingungan mengenai hukum menikahi sepupu sering muncul di tengah masyarakat, terutama karena hubungan kekerabatan dalam keluarga besar masih cukup erat di Indonesia. Lantas, apakah boleh menikahi sepupu dari pihak ayah?

Topik ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait batasan mahram dalam Islam. Dalam syariat Islam, aturan pernikahan telah diatur secara jelas, termasuk siapa saja yang boleh dan tidak boleh dinikahi.

Sepupu dari pihak ayah adalah anak dari saudara laki-laki atau saudara perempuan ayah, baik itu paman maupun bibi dari garis ayah. Meskipun memiliki hubungan darah, sepupu tidak termasuk dalam kategori keluarga inti seperti orang tua, saudara kandung, atau anak.

Dalam Islam, menikahi sepupu hukumnya boleh atau halal, termasuk sepupu dari pihak ayah. Hal ini didasarkan pada ketentuan dalam Al-Qur’an yang menjelaskan siapa saja yang haram untuk dinikahi.

Dalam Surah An-Nisa ayat 23, disebutkan beberapa perempuan yang diharamkan untuk dinikahi, seperti ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi (dari pihak ayah maupun ibu), serta keponakan. Namun, sepupu tidak termasuk dalam daftar tersebut. Artinya, sepupu bukan mahram, sehingga pernikahan dengan sepupu diperbolehkan dalam Islam.

Kebolehan menikahi sepupu juga diperkuat dengan contoh dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Zainab binti Jahsy, yang merupakan sepupu beliau. Hal ini menunjukkan bahwa praktik menikahi sepupu bukan sesuatu yang dilarang dalam syariat, bahkan pernah terjadi dalam kehidupan Rasulullah.

Meskipun secara hukum Islam diperbolehkan, dalam praktiknya, menikahi sepupu sering kali dipengaruhi oleh budaya dan pandangan masyarakat. Di beberapa daerah, pernikahan dengan sepupu dianggap hal yang biasa dan bahkan dianjurkan untuk menjaga hubungan keluarga. Namun di daerah lain, hal ini mungkin dianggap kurang umum atau bahkan dihindari. Perbedaan ini lebih bersifat budaya, bukan hukum agama.

Selain aspek hukum dan budaya, ada juga pertimbangan dari sisi kesehatan. Beberapa penelitian medis menyebutkan bahwa pernikahan dengan kerabat dekat, termasuk sepupu, memiliki risiko tertentu terkait faktor genetik.

Namun, risiko ini tidak selalu terjadi dan dapat diminimalkan dengan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Oleh karena itu, pasangan yang berencana menikah dengan sepupu disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

Meskipun diperbolehkan, tetap ada batasan yang harus diperhatikan dalam hubungan dengan sepupu sebelum menikah. Karena sepupu bukan mahram, maka interaksi tetap harus menjaga adab sesuai syariat, seperti menutup aurat dan menjaga batas pergaulan. Hal ini penting agar hubungan tetap berada dalam koridor yang benar sebelum masuk ke jenjang pernikahan.

Diperbolehkannya menikahi sepupu menunjukkan bahwa Islam memberikan kelonggaran dalam memilih pasangan hidup, selama tidak melanggar batasan yang telah ditetapkan.

Selain itu, pernikahan dengan sepupu juga dapat mempererat hubungan keluarga besar serta menjaga ikatan kekerabatan. Namun, keputusan untuk menikah tetap harus didasarkan pada kesiapan mental, kecocokan pasangan, serta pertimbangan yang matang, bukan semata karena hubungan keluarga.

Pada akhirnya, menikahi sepupu dari pihak ayah dalam Islam hukumnya boleh dan tidak dilarang, karena sepupu tidak termasuk dalam kategori mahram. Hal ini didukung oleh dalil Al-Qur’an serta contoh dalam sejarah Islam.

Meskipun demikian, keputusan untuk menikah dengan sepupu tetap perlu mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kesehatan. Yang terpenting, pernikahan dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan memahami hukum ini, diharapkan masyarakat tidak lagi ragu atau salah paham mengenai batasan hubungan keluarga dalam Islam.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu

Cerita Desainer, Tren Belanja Baju Lebaran 2026 Cenderung Menurun Dibanding Tahun Lalu

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:59 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

5 Tradisi Lebaran dari Berbagai Negara: Indonesia Lebih Unik dari yang Lain?

5 Tradisi Lebaran dari Berbagai Negara: Indonesia Lebih Unik dari yang Lain?

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Cara Buka Blokir PIN Brimo Setelah Salah Pin 3 Kali, Lebih Cepat Tanpa Harus Ke Bank

Cara Buka Blokir PIN Brimo Setelah Salah Pin 3 Kali, Lebih Cepat Tanpa Harus Ke Bank

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:15 WIB

5 Cara Mengatur Jadwal Silaturahmi Lebaran Agar Tidak Kelelahan

5 Cara Mengatur Jadwal Silaturahmi Lebaran Agar Tidak Kelelahan

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:00 WIB

Panduan Sholat Jumat saat Idulfitri: Ketentuan Bagi Umat Muslim yang Sudah Sholat Id Tadi Pagi

Panduan Sholat Jumat saat Idulfitri: Ketentuan Bagi Umat Muslim yang Sudah Sholat Id Tadi Pagi

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:52 WIB

Niat Salat Idulfitri dengan Tata Cara Rakaat Pertama dan Kedua

Niat Salat Idulfitri dengan Tata Cara Rakaat Pertama dan Kedua

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:49 WIB

Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah

Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Haid dan Tata Caranya sesuai Sunnah

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:42 WIB

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Asal-usul Ketupat Lebaran, Tradisi Khas Idulfitri di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem

10 Cara Menyampaikan Permintaan Maaf yang Tulus saat Sungkem

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:02 WIB

15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan

15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 yang Sopan untuk Kolega dan Kenalan

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:51 WIB

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar

35 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Indonesia Penuh Makna, Siap Bikin Hati Bergetar

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:12 WIB

Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya

Lebaran Hari Jumat, Apakah Tetap Wajib Salat Jumat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB