- Kacamatamoo menyelenggarakan program "Mooracle in Ramadan" 2026 dengan fokus pada donasi personal melalui Wish Card.
- Puncak acara pembagian harapan terjadi pada 16 Maret 2026 di Panti Sosial Tunanetra Bina Cahaya Batin.
- Program ini bertujuan mewujudkan harapan spesifik penerima manfaat, terutama kebutuhan akan kacamata yang sesuai.
Suara.com - Bagi banyak orang, kacamata mungkin hanya pelengkap aktivitas sehari-hari. Namun bagi sebagian anak di panti tunanetra, kacamata bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih berarti, membantu mereka menangkap detail, mengenali wajah, hingga menjalani hari dengan lebih percaya diri.
Kesadaran inilah yang coba dihadirkan Kacamatamoo dalam program “Mooracle in Ramadan” 2026. Tahun ini, pendekatannya dibuat berbeda.
Bukan sekadar berbagi, tetapi menghadirkan pengalaman yang lebih personal, salah satunya melalui Wish Card, kartu harapan yang menjadi penghubung antara anak-anak panti dengan pelanggan.
Kartu ini tersebar di 17 toko Kacamatamoo di wilayah Jabodetabek. Di dalamnya, anak-anak dan orang tua di panti menuliskan harapan sederhana mereka.
Di antara berbagai keinginan itu, ada kebutuhan yang terasa sangat relevan: kacamata yang nyaman dan sesuai, agar mereka yang masih memiliki sisa penglihatan bisa melihat lebih jelas.
Dari situlah, kacamata menjadi lebih dari sekadar produk, ia berubah menjadi jawaban atas harapan. Puncak dari rangkaian ini berlangsung pada 16 Maret 2026 di Panti Sosial Tunanetra Bina Cahaya Batin.
Suasananya hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak panti menampilkan bakat mereka melalui musik dan tarian, disertai pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan kultum Ramadan yang menenangkan.
Namun, momen yang paling membekas hadir saat satu per satu harapan diwujudkan. Ketika Wish Card yang sebelumnya hanya berisi tulisan sederhana berubah menjadi hadiah nyata, termasuk kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Di titik itu, terasa bahwa perhatian kecil bisa membawa dampak besar. Cindy Oktavian, Chief Marketing Officer Kacamatamoo, menegaskan bahwa esensi program ini memang terletak pada kedekatan emosional.
“Program ini bukan sekadar program donasi, tetapi bentuk kepedulian yang personal, di mana setiap harapan yang ditulis benar-benar didengar dan diwujudkan. Kami percaya, a small kindness could be the miracle they remember this Ramadan,” ujarnya.
Ia juga berharap bahwa langkah ini bisa menumbuhkan semangat berbagi yang lebih luas.
“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, tetapi juga menginspirasi pelanggan dan masyarakat luas untuk turut berbagi, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah,” tambahnya.
Bagi pihak panti, perhatian seperti ini terasa begitu berarti karena benar-benar menjawab kebutuhan anak-anak.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Kacamatamoo. Program ini membawa kebahagiaan yang nyata bagi anak-anak di sini, terutama karena setiap hadiah yang diberikan benar-benar sesuai dengan harapan mereka,” ungkap perwakilan Panti Sosial Tunanetra Bina Cahaya Batin.
Melibatkan karyawan sebagai relawan juga membuat suasana semakin hangat. Interaksi yang terjalin bukan sekadar formalitas, tetapi menghadirkan rasa kebersamaan yang tulus.