Suara.com - Ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dimakan saat Anda mengalami mabuk perjalanan. Berguna untuk perjalanan mudik Anda.
Seperti diketahui, mabuk perjalanan adalah kondisi yang terjadi ketika mata, telinga bagian dalam, dan tubuh Anda mengirimkan pesan yang bertentangan ke otak Anda.
Anda dapat mengalami kondisi ini kapan pun tubuh Anda diam tetapi Anda digerakkan oleh kendaraan, seperti saat Anda naik mobil atau berdiri di dek kapal.
Gejalanya meliputi mual, keringat dingin, atau sakit kepala. Untungnya, ada cara untuk mencegah mabuk perjalanan atau meringankan gejalanya.
Menariknya, apa yang Anda makan sebelum dan selama perjalanan ternyata punya pengaruh besar terhadap kondisi ini.
Jadi, kalau Anda sering mabuk perjalanan, mungkin bukan hanya soal kendaraan akan tetapi juga soal menu makanan Anda.

Penyebab Mabuk Perjalanan
Saat seseorang mengalami mabuk perjalanan, maka singkatnya seperti ini. Mata Anda mencatat gerakan karena Anda melihat rambu-rambu, pepohonan, dan objek diam lainnya masuk ke garis pandang Anda lalu menghilang dari pandangan.
Mereka mengirimkan pesan ke otak Anda bahwa Anda sedang bergerak.
Telinga bagian dalam Anda dan ujung saraf di otot dan persendian Anda, yang merasakan bahwa Anda sedang duduk diam, mengirimkan pesan ke otak Anda bahwa Anda tidak bergerak.
Namun, otak Anda tidak dapat memproses pesan-pesan yang bertentangan, sehingga Anda mulai merasa mual atau berkeringat.
Menariknya, makanan yang Anda konsumsi juga memiliki peran dalam kondisi mabuk perjalanan ini.
Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi saat Mabuk Perjalanan
Kalau ingin perjalanan terasa lebih nyaman, pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna. Ini beberapa pilihan yang bisa Anda andalkan:
1. Makanan ringan dan tidak berlemak
Perut yang “terlalu penuh” justru bikin kondisi makin buruk. Makan secukupnya saja, dengan menu sederhana seperti nasi, roti tawar, atau biskuit plain.
2. Jahe dan permen herbal
Jahe sudah lama dikenal bisa meredakan mual. Anda bisa konsumsi dalam bentuk permen, teh, atau bahkan irisan kecil. Peppermint juga punya efek serupa yang menenangkan perut.
3. Pisang
Pisang termasuk “aman” karena mudah dicerna dan membantu mengembalikan energi tubuh. Rasanya juga tidak terlalu tajam, jadi tidak memicu mual.
4. Air putih
Ini sederhana tapi penting. Tubuh yang dehidrasi lebih mudah merasa pusing dan mual. Minum sedikit demi sedikit selama perjalanan lebih baik daripada langsung banyak.
5. Rempah ringan seperti adas atau kapulaga
Beberapa orang merasa lebih nyaman dengan mengunyah biji adas atau kapulaga karena membantu pencernaan dan mengurangi rasa tidak enak di perut.
![Ilustrasi Seorang anak berada di atas bus saat program mudik gratis Polda Bali di Terminal Ubung, Denpasar, Bali, Selasa (25/3/2025). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/29/54267-ilustrasi-mudik-dengan-anak.jpg)
Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Mengalami Mabuk Perjalanan
1. Makanan berminyak dan berat
Gorengan, fast food, atau makanan tinggi lemak cenderung lama dicerna. Akibatnya, perut terasa penuh dan mual lebih mudah muncul.
2. Makanan pedas
Pedas bisa memicu iritasi lambung dan meningkatkan asam, yang akhirnya memperparah rasa mual saat perjalanan.
3. Minuman berkafein dan alkohol
Kopi, teh, minuman energi, atau alkohol bisa menyebabkan dehidrasi dan membuat tubuh lebih sensitif terhadap gerakan.
4. Minuman bersoda
Minuman berkarbonasi bisa menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman, apalagi saat kendaraan terus bergerak.
5. Produk susu dan makanan berat lainnya
Susu, keju, atau daging merah bisa terasa “berat” di perut dan memperparah rasa mual.
6. Makanan dengan bau menyengat
Aroma kuat seperti bawang, ikan, atau makanan tertentu bisa langsung memicu rasa mual, terutama saat Anda sudah sensitif.
Itulah beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan tidak dikonsumsi saat Anda mengalami masuk perjalanan. Semoga membantu!
Kontributor : Damai Lestari