Suara.com - Lebaran identik dengan meja penuh kue kering, dan nastar selalu jadi yang paling cepat habis. Rasanya yang manis, teksturnya lembut, serta ukurannya yang kecil membuat siapa saja mudah mengambil "satu lagi… dan satu lagi".
Tanpa disadari, dalam hitungan menit Anda bisa menghabiskan beberapa butir sekaligus.
Di tengah kebiasaan ini, muncul sebuah informasi yang cukup mengejutkan, bahwa 3 butir nastar setara dengan sepiring nasi.
Bagi sebagian orang, ini terdengar berlebihan. Namun, bagi yang sedang menjaga pola makan atau berat badan, informasi ini bisa jadi alarm serius.
Lalu, apakah perbandingan tersebut memang ada dasar ilmiahnya? Agar tidak salah kaprah, mari kita bahas fakta gizi nastar dan nasi secara lebih detail.
Kandungan Kalori Nastar vs Nasi Putih
Untuk memahami perbandingan ini, kita perlu melihat angka kalori dari masing-masing makanan.
Kalori 1 Butir Nastar
- Rata-rata: ±75 kalori per buah
- Artinya: 3 butir nastar = sekitar 225 kalori
Namun, angka ini bisa lebih tinggi tergantung bahan seperti mentega, gula, dan topping tambahan.
Kalori Sepiring Nasi Putih
- Rata-rata: ±200–204 kalori per piring
- Beberapa sumber bahkan menyebut: Bisa mencapai 200–250 kalori tergantung porsi

Jadi, Apakah 3 Nastar = Sepiring Nasi?
Jawabannya iya, hampir setara atau bahkan bisa lebih tinggi.
Dari perhitungan:
- 3 nastar: ±225 kalori
- 1 piring nasi: ±200 kalori
Itu artinya, 3 butir nastar bisa setara atau sedikit lebih tinggi kalorinya dibanding sepiring nasi.
Tapi, Apakah Keduanya Sama dari Segi Gizi?
Nah, ini bagian yang sering disalahpahami. Meski kalorinya mirip, nastar dan nasi sangat berbeda dari segi kualitas nutrisi.
Nasi Putih
- Sumber karbohidrat
- Memberikan energi lebih stabil
- Biasanya dikonsumsi bersama lauk dan sayur
Nastar
- Tinggi gula dan lemak (terutama lemak jenuh)
- Rendah protein dan serat
- Cenderung "kalori kosong"
Nastar juga bisa mengandung lemak kurang lebih gram per buah serta gula yang cukup tinggi.
Dampak ke Tubuh: Kenyang vs "Kalori Tersembunyi"
Ini yang membuat nastar lebih "berbahaya" dari nasi jika dikonsumsi berlebihan. Alasannya antara lain:
1. Tidak Mengenyangkan
Perut tidak akan merasa kenyang setelah makan tiga butir nastar. Akibatnya, terjadi fenomena "kalori tumpang tindih". Anda tetap akan mengonsumsi makan besar (nasi dan lauk) karena merasa belum makan apa-apa.
2. Lonjakan Gula Darah
Nastar adalah kombinasi sempurna dari karbohidrat sederhana: tepung terigu putih, gula halus, dan selai nanas yang diproses dengan banyak gula. Komposisi ini memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi.
3. Mudah Overeating
Nastar sering kali dikonsumsi dalam kondisi mindless eating, yakni makan tanpa sadar. Sambil asyik mengobrol dengan sanak saudara atau menonton televisi, tangan kita seolah memiliki magnet yang terus kembali ke dalam stoples.
Tips Aman Makan Nastar saat Lebaran
Meski demikian, bukan berarti Anda harus menghindari nastar sepenuhnya. Kuncinya adalah kontrol porsi.
- Batasi 2–3 butir saja per hari
- Jangan dimakan bersamaan dengan makanan berat
- Imbangi dengan buah dan air putih
- Tetap makan makanan utama bergizi seimbang
Jadi, apakah 3 butir nastar sama dengan sepiring nasi? Secara kalori memang iya, hampir setara atau bahkan lebih tinggi. Tapi secara gizi tidak sama.
Nasi memberi energi yang lebih stabil dan seimbang, sementara nastar lebih tinggi gula dan lemak. Itulah kenapa, meskipun terlihat kecil, konsumsi nastar tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan dalam asupan kalori harian.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama