Suara.com - Bulan Syawal menjadi momen kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.
Tidak hanya sebagai penutup, Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna amalan sehingga keberkahan ibadah tetap berlanjut.
Di bulan ini, terdapat sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT, amalan-amalan tersebut dapat mendatangkan pahala yang besar dan berlipat ganda.
Salah satu amalan bulan Syawal adalah puasa enam hari. Selain itu, ada pula berbagai ibadah lain seperti menjaga silaturahmi hingga i’tikaf yang bisa terus diamalkan.
Melansir laman BAZNAS Sumedang, berikut beberapa amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Syawal:
![Ilustrasi ChatGPT Puasa syawal 2025 [Suara.com/Muhammad Yunus]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/28/18918-puasa-syawal.jpg)
1. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar. Jika digabung dengan puasa Ramadan, pahalanya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang berasal dari Abu Ayub Al Anshari, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun." (HR Muslim, Imam Ahmad juga meriwayatkan dari hadits Jabir).
2. Menunaikan Puasa Sunah Senin-Kamis
Puasa Senin dan Kamis merupakan kebiasaan Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, termasuk saat bulan Syawal.
Para ulama memperbolehkan menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa Senin-Kamis, sehingga seseorang bisa mendapatkan pahala dari kedua amalan tersebut sekaligus.
3. Puasa Ayyamul Bidh
Berikutnya ada puasa Ayyamul Bidh atau puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan dalam kalender Hijriah.
Puasa ini memiliki keutamaan besar. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.
4. Menjaga dan Mempererat Silaturahmi
Syawal identik dengan tradisi saling bermaafan dan mempererat hubungan. Menjalin silaturahmi termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam dan menjadi salah satu jalan untuk meraih surga.
Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang berbunyi, "Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)." (HR. Bukhari no. 5983)

5. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah SWT dan tidak akan mengurangi harta. Justru sebaliknya, sedekah membuka pintu rezeki serta menumbuhkan rasa empati dan syukur dalam diri.
6. Melangsungkan Pernikahan
Menikah di bulan Syawal juga dianjurkan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Anjuran ini sekaligus membantah anggapan di masa jahiliyah yang menganggap pernikahan di bulan Syawal membawa kesialan.
7. Melanjutkan I'tikaf
Meski sering dilakukan di akhir Ramadan, i'tikaf tetap dianjurkan di bulan Syawal. Ibadah ini dapat dilakukan dengan berdiam di masjid sambil memperbanyak zikir, salat, dan membaca Al-Qur'an untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan mengamalkan berbagai sunah di bulan Syawal, umat Islam dapat menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadan.
Konsistensi dalam beribadah ini diharapkan mampu membawa keberkahan dan meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Rizky Melinda