- Survei KFEM menunjukkan preferensi konsumen Korea Selatan bergeser dari plastik menuju aluminium karena kesadaran dampak lingkungan kemasan.
- Aluminium unggul dalam daur ulang *closed-loop* (75% daur ulang tahun 2023), meski pemahaman teknis konsumen tentang penghematan energi masih rendah.
- Perubahan perilaku konsumen didukung kuat oleh kebijakan publik seperti mesin pengembalian kemasan, namun terhambat oleh masalah infrastruktur pemilahan sampah.
Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen sudah mulai bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan. Namun, tanpa dukungan kebijakan dan infrastruktur yang memadai, potensi perubahan tersebut bisa terhambat.
KFEM menilai bahwa langkah ke depan harus mencakup penguatan sistem pengumpulan, penerapan skema deposit-return, serta penetapan target daur ulang berbasis closed-loop. Dengan demikian, peningkatan kesadaran publik dapat benar-benar diterjemahkan menjadi dampak nyata bagi lingkungan.