Secara khusus, terdapat Sunnah Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah yang memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Bagi mereka yang hendak berkurban, disunnahkan pula untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak memasuki awal bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih.
Saat hari raya tiba, disarankan untuk mandi sebelum salat Id, mengenakan pakaian terbaik, dan tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Idul Adha.
Estimasi Idul Adha 2026 dan mekanisme penetapannya
Penentuan Idul Adha mengacu pada jatuhnya tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Namun, tanggal pasti di Indonesia biasanya menunggu hasil keputusan resmi melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
Sidang Isbat merupakan forum pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari ulama, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam.
Keputusan dalam Sidang Isbat didasarkan pada dua metode utama, yaitu rukyatul hilal (pengamatan langsung terhadap bulan sabit) dan hisab (perhitungan matematis astronomis).
Petugas di berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia akan melaporkan apakah hilal sudah terlihat atau belum sebagai tanda masuknya bulan Dzulhijjah.
Jika hilal terverifikasi, maka posisi tanggal 1 Dzulhijjah ditetapkan, yang kemudian menjadi acuan penentuan hari raya sepuluh hari setelahnya.
Proses ini dilakukan untuk menjaga kebersamaan dan kepastian hukum syari dalam beribadah bagi seluruh umat Muslim di Indonesia, sehingga perayaan Idul Adha dapat dilaksanakan secara khidmat dan serentak sesuai dengan ketetapan pemerintah.
Adapun jika merujuk pada kalender hijriah dan perkiraan astronomi, Idul Adha tahun 2026 diprediksi akan jatuh pada tanggal 27 Mei 2026.
Kontributor : Armand Ilham