- Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat hemat LPG di tengah isu ketahanan energi global.
- Indonesia masih bergantung pada impor LPG, sehingga penggunaan bijak di rumah tangga sangat penting.
- Kebiasaan kecil dan faktor teknis bisa membuat gas cepat habis, sehingga perlu penggunaan lebih efisien.
Kebocoran pada pipa gas, regulator, atau sambungan bisa membuat gas keluar tanpa digunakan. Selain boros, kondisi ini juga berbahaya karena berisiko memicu kebakaran di rumah.
3. Kompor dan peralatan memasak kotor
Sisa makanan, minyak, atau kotoran yang menumpuk di kompor bisa menghambat kinerja api. Akibatnya, kompor harus bekerja lebih keras dan gas yang digunakan jadi lebih banyak.
4. Peralatan masak tidak menghantarkan panas dengan baik
Menggunakan panci atau wajan dengan material yang kurang tepat membuat panas tidak merata. Hal ini membuat waktu memasak lebih lama dan otomatis gas lebih cepat terkuras.
5. Penumpukan kotoran yang menyumbat aliran gas
Lubang burner yang tersumbat sisa makanan atau debu bisa menghambat aliran gas ke api. Dampaknya, proses memasak menjadi tidak efisien dan konsumsi gas meningkat.
6. Api kompor terlalu besar saat memasak
Menggunakan api besar terus-menerus membuat konsumsi gas menjadi lebih boros dari yang dibutuhkan. Padahal, sebagian besar masakan tidak memerlukan api maksimal untuk matang sempurna.
7. Sering membuka tutup panci saat memasak
Kebiasaan membuka tutup panci membuat panas mudah keluar dan proses memasak jadi lebih lama. Akibatnya, gas yang digunakan juga semakin banyak karena waktu memasak bertambah.
Dengan memahami berbagai penyebab tersebut, penggunaan LPG di rumah bisa lebih efisien.
Kebiasaan kecil seperti rutin membersihkan kompor dan memastikan tidak ada kebocoran bisa membantu menghemat gas secara signifikan.