Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Campak? Ini Cara Aman Menghadapinya

Nur Khotimah, Dita Alvinasari

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:10 WIB
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Campak? Ini Cara Aman Menghadapinya
Ilustrasi penyakit campak (Freepik/freepik)
baca 10 detik
  • Campak bisa menular dengan cepat melalui udara dan droplet batuk atau bersin.
  • Hindari menggaruk ruam, berbagi barang pribadi, atau mengobati sendiri tanpa dokter.
  • Ikuti panduan aman agar tubuh cepat pulih dan orang sekitar terlindungi.

Suara.com - Kasus meninggalnya dokter internship di Cianjur mengejutkan publik. Andito Mohammad Wibisono, dokter berusia 26 tahun yang bertugas di RSUD Cimacan, Cipanas, Kabupaten Cianjur, meninggal dunia pada 26 Maret 2026. Ia didiagnosis suspek campak dengan komplikasi pneumonia berat.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa campak bukan penyakit ringan. Virus campak mudah menular lewat udara, dan orang dewasa pun bisa terkena.

Gejala awal seperti demam tinggi, ruam merah, dan sesak napas bisa berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Simak informasi lengkap tentang penyakit campak, termasuk jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul, yakni apa yang tidak boleh dilakukan saat campak?

Ilustrasi penyakit campak. (Freepik)
Ilustrasi penyakit campak. (Freepik)

Pengertian Penyakit Campak

Melansir informasi dari Kementerian Kesehatan, campak adalah penyakit infeksi akut yang sangat menular akibat virus.

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, tetapi tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Campak menular dari orang ke orang melalui percikan batuk atau bersin (droplet) dan bisa menyebar melalui udara (airborne). Penyakit ini termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Meski banyak orang menganggap campak hanya menyebabkan demam dan ruam ringan, penyakit ini bisa berujung pada komplikasi berat bahkan kematian, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare, pneumonia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.

baca juga

Kelompok yang rentan meliputi:

  1. Bayi di atas satu tahun yang belum diimunisasi
  2. Anak yang belum menerima vaksin lengkap
  3. Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan dosis kedua imunisasi

Penyebab Penyakit Campak

Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Penularannya cepat dan mudah melalui:

  1. Percikan saliva (droplet) – saat penderita batuk atau bersin, virus menyebar ke udara.
  2. Kontak langsung – sentuhan dengan cairan tubuh penderita bisa menularkan virus.
  3. Benda terkontaminasi – virus mampu bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Anak yang menyentuh benda tersebut lalu memegang mulut atau hidung berisiko terinfeksi.

Gejala Penyakit Campak

Gejala Awal (Hari 1–4)

  1. Demam tinggi mendadak
  2. Pilek disertai batuk kering
  3. Mata merah dan berair (konjungtivitis)
  4. Tubuh lemas dan nafsu makan menurun

Tanda Khas

  1. Koplik spot: bintik putih kecil di dalam pipi, muncul sebelum ruam dan menjadi tanda penting diagnosis campak

Gejala Lanjutan

  1. Ruam kemerahan muncul dari wajah dan leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh
  2. Demam cenderung meningkat saat ruam muncul

Masa Penularan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:43 WIB

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:32 WIB

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:14 WIB

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya

Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:30 WIB

Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya

Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:26 WIB

Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review

Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

×