Sejarah April Mop: Kisah di Balik Tipu Daya setiap Tanggal 1 April

Ruth Meliana

Rabu, 01 April 2026 | 12:21 WIB
Sejarah April Mop: Kisah di Balik Tipu Daya setiap Tanggal 1 April
ilustrasi April Mop (freepik)

Suara.com - Setiap tanggal 1 April, banyak orang di berbagai belahan dunia merayakan April Mop dengan cara saling mengerjai, menyebarkan lelucon, atau membuat cerita palsu yang mengundang tawa.

Tradisi ini identik dengan tipu daya ringan yang biasanya dilakukan tanpa niat buruk, melainkan sekadar hiburan. Di era digital seperti sekarang, April Mop bahkan semakin meriah dengan berbagai prank yang viral di media sosial, mulai dari berita palsu hingga pengumuman fiktif dari perusahaan besar.

Namun, di balik keseruan tersebut, tidak banyak yang mengetahui asal-usul tradisi ini. Sejarah April Mop ternyata memiliki berbagai versi yang menarik dan masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Tidak ada satu sumber pasti yang benar-benar menjelaskan awal mula perayaan ini, tetapi sejumlah teori historis memberikan gambaran bagaimana kebiasaan ini bisa berkembang di berbagai negara.

Sebagian kisah bahkan berkaitan dengan perubahan kalender, sedangkan yang lain menghubungkannya dengan festival kuno di Eropa.

Apa pun asal-usulnya, April Mop telah menjadi bagian dari budaya populer dunia yang terus bertahan hingga sekarang. Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah April Mop dan kisah di balik tradisi penuh tipu daya ini? Simak inilah selengkapnya. 

Asal-Usul April Mop dari Perubahan Kalender

Salah satu teori paling populer menyebutkan bahwa April Mop berasal dari perubahan sistem kalender di Eropa pada abad ke-16. Pada masa itu, sebagian besar negara Eropa masih menggunakan kalender Julian, di mana perayaan tahun baru jatuh pada akhir Maret hingga 1 April.

Namun, setelah diperkenalkannya kalender Gregorian oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582, tahun baru resmi dipindahkan menjadi 1 Januari. Sayangnya, tidak semua orang langsung mengetahui atau menerima perubahan ini.

baca juga

Mereka yang masih merayakan tahun baru pada akhir Maret hingga 1 April kemudian dianggap ketinggalan zaman dan menjadi bahan ejekan.

Orang-orang mulai mengerjai mereka dengan memberikan undangan palsu atau lelucon, yang kemudian dikenal sebagai tradisi April Mop.

Pengaruh Festival Kuno di Eropa

Selain teori kalender, ada pula pendapat yang mengaitkan April Mop dengan festival kuno di Eropa, seperti perayaan musim semi. Salah satunya adalah festival Romawi kuno bernama Hilaria, yang dirayakan dengan menyamar dan bercanda.

Festival ini biasanya berlangsung pada akhir Maret dan menjadi simbol kegembiraan serta kebebasan berekspresi. Dalam perayaan tersebut, masyarakat bebas meniru orang lain, membuat lelucon, bahkan melakukan tipu daya ringan tanpa konsekuensi serius.

Tradisi serupa juga ditemukan dalam berbagai budaya lain di Eropa yang merayakan datangnya musim semi dengan suasana penuh canda dan permainan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap

Awalnya Cuma Lelucon April Mop, BMW Sulap M3 Touring Jadi Mobil Balap

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:45 WIB

Megawati Kirim Amicus Curiae, Ganjar: Semoga MK Tidak Membuat April Mop

Megawati Kirim Amicus Curiae, Ganjar: Semoga MK Tidak Membuat April Mop

Kotak Suara | Selasa, 16 April 2024 | 17:54 WIB

Asal usul April Mop: Sejarah, dan Kenapa Diperingati?

Asal usul April Mop: Sejarah, dan Kenapa Diperingati?

Lifestyle | Senin, 01 April 2024 | 08:48 WIB

Terkini

5 Tablet Samsung dengan Stylus Pen dari yang Termurah Oktober 2026

5 Tablet Samsung dengan Stylus Pen dari yang Termurah Oktober 2026

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:29 WIB

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Jogja | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:20 WIB

×