Suara.com - Kasus viral di media sosial tentang petugas pom bensin yang diduga enggan memadamkan motor terbakar karena alasan harga APAR mahal memicu perdebatan publik.
Dalam situasi darurat seperti kebakaran, kecepatan penanganan menjadi faktor krusial untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kerugian lebih besar. Namun, muncul pertanyaan penting, benarkah harga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) memang mahal sehingga penggunaannya dipertimbangkan?
Artikel ini akan mengulas secara lengkap dan terbaru mengenai harga APAR di Indonesia, jenis-jenisnya, cara penggunaan yang benar, serta sorotan kasus yang sedang ramai diperbincangkan.
APAR Dianggap Mahal, Api Tak Segera Dipadamkan
Kasus ini mencuat dari unggahan media sosial yang menunjukkan kekecewaan warga karena petugas pom bensin tidak langsung menggunakan APAR saat terjadi kebakaran motor.
Dalam narasi yang beredar, alasan yang disebutkan adalah harus menunggu izin karena APAR dianggap mahal.
Meski belum semua detail terverifikasi secara resmi, peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapan alat keselamatan dan prosedur darurat yang seharusnya menjadi prioritas utama di fasilitas publik seperti SPBU.
Dalam standar keselamatan, APAR justru wajib tersedia dan siap digunakan kapan saja, terutama di area berisiko tinggi seperti pom bensin.
Berapa Harga APAR di Indonesia?
Harga APAR sangat bervariasi tergantung jenis, kapasitas, dan teknologi yang digunakan. Berikut gambaran harga terbaru di Indonesia:
1. Berdasarkan Kapasitas
- APAR 1 kg: mulai sekitar Rp450.000
- APAR 3 kg: sekitar Rp698.000 – Rp918.000
- APAR 6 kg: sekitar Rp1.100.000 – Rp1.400.000
- APAR 9–12 kg: bisa mencapai Rp1.500.000 – Rp3.000.000
2. Berdasarkan Jenis Isi
- Dry Chemical Powder: mulai Rp800.000
- Foam (AFFF): mulai Rp1.800.000
- CO2: mulai Rp2.800.000
- Clean Agent: mulai Rp1.400.000 ke atas
3. Biaya Isi Ulang
- Refill APAR 4–5 kg: sekitar Rp100.000 – Rp135.000
Secara umum, APAR memang bukan barang murah, tetapi juga tidak tergolong mahal jika dibandingkan dengan potensi kerugian akibat kebakaran yang bisa mencapai jutaan hingga miliaran rupiah.
Apakah APAR Mahal?
Jika dilihat dari perspektif keselamatan, APAR sebenarnya termasuk investasi yang sangat terjangkau. Bahkan, untuk kapasitas kecil yang cocok untuk kendaraan atau rumah, harga masih berada di bawah Rp1 juta. Selain itu:
- APAR bisa digunakan berkali-kali (dengan isi ulang)
- Masa pakai cukup lama (hingga beberapa tahun)
- Wajib tersedia di banyak tempat publik
Artinya, alasan “mahal” tidak seharusnya menjadi penghambat dalam kondisi darurat, terutama di lokasi berisiko tinggi seperti SPBU.
Cara Menggunakan APAR yang Benar
Penggunaan APAR harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Metode yang umum digunakan adalah teknik PASS:
- Pull (Tarik Pin): Tarik pin pengaman pada tabung agar alat siap digunakan.
- Aim (Arahkan): Arahkan nozzle ke sumber api, bukan ke asap.
- Squeeze (Tekan): Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR.
- Sweep (Sapukan): Gerakkan semprotan dari sisi ke sisi hingga api padam.
Penting untuk berdiri pada jarak aman dan memperhatikan arah angin agar tidak terkena semburan balik.
Pentingnya APAR di Area Publik seperti SPBU
SPBU merupakan area dengan risiko kebakaran tinggi karena adanya bahan bakar yang mudah terbakar. Oleh karena itu:
- APAR wajib tersedia dalam jumlah cukup
- Petugas harus terlatih menggunakannya
- Tidak boleh ada penundaan dalam situasi darurat
- Keterlambatan beberapa detik saja bisa menyebabkan api membesar dan sulit dikendalikan.
Kasus pom bensin yang enggan menggunakan APAR membuka dua kemungkinan:
- Masalah prosedur internal. Bisa jadi ada aturan yang mengharuskan izin sebelum penggunaan alat.
- Kurangnya pelatihan dan kesiapan. Petugas mungkin belum siap menghadapi kondisi darurat.
Namun, dalam prinsip keselamatan kerja, respons cepat harus menjadi prioritas utama dibandingkan pertimbangan biaya atau prosedur administratif.
Berdasarkan ulasan di atas, kini dapat disimpulkan bahwa harga APAR di Indonesia bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis dan kapasitas.
Meski tidak murah, APAR merupakan alat keselamatan penting yang seharusnya selalu siap digunakan, terutama di lokasi berisiko tinggi seperti SPBU.
Kasus viral yang menyebut APAR mahal hingga tidak digunakan menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan. Dengan pemahaman harga yang sebenarnya cukup terjangkau serta cara penggunaan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang.
Investasi pada APAR bukan soal biaya, melainkan perlindungan terhadap nyawa dan aset. Bagaimana menurut pendapat Anda?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama