Sisakan Sedikit untuk Kami: Seruan Anak-Anak di Ibadah Alam GKJ Baturetno

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 11:57 WIB
Sisakan Sedikit untuk Kami: Seruan Anak-Anak di Ibadah Alam GKJ Baturetno
Screenshot siaran langsung PANGIBADAH ALAM "IBU BUMI GUWA-GARBANING URIP" 6 OKTOBER 2024 (YouTube/GKJ Baturetno)

Suara.com - Bagi generasi Z dan generasi Alpha yang tumbuh di tengah hiruk-pikuk digital, ruang terbuka menjadi pelarian sekaligus tempat pencarian jati diri yang paling jujur.

Di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baturetno, Pendeta Dyan Sunu Prakosa melihat bahwa alam bukan sekadar latar belakang estetik untuk konten media sosial, melainkan ruang inklusif di mana spiritualitas, anak muda, dan kelestarian bumi bertemu tanpa sekat yang kaku.

Ibadah alam tidak hanya diselenggarakan untuk kaum tua. Sebaliknya, medan alam yang menantang di pinggir waduk atau hutan justru menjadi panggung di mana anak muda merasa lebih dibutuhkan dan dilibatkan. GKJ Baturetno menekankan bahwa konsep intergenerasional dapat semakin tumbuh di alam terbuka.

Meruntuhkan Tembok, Membangun Relasi

“Pola ibadah alam melibatkan keseluruhan usia untuk hadir bersama dan mendukung. Nah, yang menarik adalah bahwa support, dukungan dan bantuan dari kaum muda, bahkan anak-anak itu menjadi lebih mungkin dalam ruang ibadah alam,” ungkap Pendeta Dyan Sunu.

Keunikan dari ibadah ini adalah hilangnya batas-batas formalitas yang sering kali membuat anak-anak, remaja, dan pemuda merasa sungkan di dalam gedung. Di bawah rindang pohon atau di tepi sungai, tidak ada lagi teguran bagi anak yang berlarian atau pemuda yang ingin berekspresi dalam ibadah dengan cara yang berbeda. Alam secara alami menciptakan rasa setara bagi semua usia.

“Misalnya anak-anak lari ke mimbar kan nggak sopan bagi banyak orang, tetapi karena itu di alam, batas-batas itu jadi hilang,” jelasnya mengenai kebebasan ruang tersebut.

Kesadaran ekologi pun disuntikkan lewat bahasa yang akrab di telinga anak muda. Iya, musik. Alih-alih hanya menyanyikan kidung dalam teks, Pendeta Dyan Sunu membiarkan lagu-lagu bernuansa kritik lingkungan milik Iksan Skuter menggema di tengah ibadah. Ini adalah cara beliau memastikan bahwa pesan merawat bumi bukan sekadar teori, tapi menjadi gaya hidup yang relevan dengan budaya pop masa kini.

“Kita pakai lagu-lagu populer, di anak-anak sekolah minggu itu nyanyi lagunya Iksan Skuter. Liriknya 'Hutan jangan ditebangi, sungai jangan dikotori. Nanti Tuhan marah, nanti Tuhan marah'. Teks-teks yang sebenarnya bukan teks gerejawi itu pemaknaannya menjadi lebih kuat, karena memang bicara soal tema besar yang sedang kita ambil,” tambah Pendeta Dyan Sunu.

Suara Masa Depan dari Anak-Anak

Lirik lagu "Nanti Tuhan Marah" milik Iksan Skuter yang bergema di tengah alam terbuka seolah menjadi doa yang dipanjatkan anak-anak. Ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah tuntutan etis dari generasi masa depan kepada orang dewasa yang hadir. Anak-anak menyuarakan hak mereka atas air yang bersih dan pohon yang rimbun melalui lantunan nada dan gerakan yang mereka ikuti.

Ketika barisan anak-anak menyanyikan bait, "Sisakan sedikit untuk kami, berikan sedikit untuk kami. Kami masa depan. Kami adalah masa depan," suasana ibadah berubah menjadi kontemplatif.

GKJ Baturetno berhasil mengemas musik sebagai instrumen literasi lingkungan. Bagi anak-anak Baturetno, Tuhan tidak lagi hanya hadir dalam teks Alkitab yang mungkin akan sulit dipahami, tetapi juga hadir melalui kesadaran bahwa merusak alam berarti mengabaikan masa depan mereka sendiri.

Melalui keterlibatan langsung, mulai dari memegang poster kampanye lingkungan hingga merancang fragmen di tengah hutan, generasi muda di Baturetno tidak lagi memandang gereja sebagai suatu hal yang jauh. Alam telah menjadi guru yang menyatukan mereka, memberikan ruang bagi kreativitas, sekaligus menanamkan tanggung jawab sebagai penjaga bumi di masa depan.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:25 WIB

Hidup Bukan Template: 7 Keputusan Ini Sah Banget Dilakukan Tanpa Butuh Validasi Netizen

Hidup Bukan Template: 7 Keputusan Ini Sah Banget Dilakukan Tanpa Butuh Validasi Netizen

Your Say | Selasa, 07 April 2026 | 15:29 WIB

Mengenal Ibadah Alam: Cara Jemaat GKJ Baturetno Menghayati Keluhan Bumi

Mengenal Ibadah Alam: Cara Jemaat GKJ Baturetno Menghayati Keluhan Bumi

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Jerawat Makin Parah Setelah Pakai Skincare Baru? Ini Perbedaan Breakout dan Purging

Jerawat Makin Parah Setelah Pakai Skincare Baru? Ini Perbedaan Breakout dan Purging

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Sepatu untuk Naik KRL Setiap Hari, Empuk dan Nyaman Mulai Rp200 Ribuan

5 Pilihan Sepatu untuk Naik KRL Setiap Hari, Empuk dan Nyaman Mulai Rp200 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 11:32 WIB

Shin Tae-yong Puji Pacuan Kuda Indonesia, Maxi of Khalim Menuju Triple Crown

Shin Tae-yong Puji Pacuan Kuda Indonesia, Maxi of Khalim Menuju Triple Crown

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 11:29 WIB

5 Rekomendasi Pensil Alis Murah yang Tahan Keringat dan Air, Tetap On Point Seharian

5 Rekomendasi Pensil Alis Murah yang Tahan Keringat dan Air, Tetap On Point Seharian

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:50 WIB

Tren Hybrid Cafe di Jakarta, Kedai SCBD Ini Buat Kopi dari Mesin Ratusan Juta Asal Italia

Tren Hybrid Cafe di Jakarta, Kedai SCBD Ini Buat Kopi dari Mesin Ratusan Juta Asal Italia

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:28 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 di Bawah Rp50 Ribu untuk Semua Jenis Kulit

5 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 di Bawah Rp50 Ribu untuk Semua Jenis Kulit

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:22 WIB

5 Rekomendasi Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Perbaiki Skin Barrier, Harga Terjangkau

5 Rekomendasi Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Perbaiki Skin Barrier, Harga Terjangkau

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:20 WIB

5 Parfum Wanita untuk yang Sering Naik Transportasi Umum, Bye-bye Bau Badan

5 Parfum Wanita untuk yang Sering Naik Transportasi Umum, Bye-bye Bau Badan

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB

7 Bedak Anti Dempul dengan SPF Tinggi, Makeup Terlihat Smooth Bak Filter Instagram

7 Bedak Anti Dempul dengan SPF Tinggi, Makeup Terlihat Smooth Bak Filter Instagram

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:15 WIB

Cuaca Panas Bikin Lepek? Ini 8 Tips Merawat Rambut Hijabers agar Tetap Segar dan Wangi

Cuaca Panas Bikin Lepek? Ini 8 Tips Merawat Rambut Hijabers agar Tetap Segar dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 08 April 2026 | 10:00 WIB