Dibandingkan plastik, kertas minyak lebih mudah didaur ulang dan tidak menimbulkan dampak lingkungan sebesar plastik sekali pakai.
5. Ampas Tebu (Bagasse)
Ampas tebu merupakan sisa hasil pengolahan tebu yang kini banyak dimanfaatkan sebagai bahan kemasan makanan. Bahan ini menjadi salah satu alternatif yang cukup populer karena kuat dan serbaguna.
Kemasan dari ampas tebu mampu menahan panas, air, dan minyak, sehingga cocok untuk berbagai jenis makanan. Selain itu, bahan ini juga aman karena tidak mengandung zat berbahaya dan bisa terurai dalam beberapa bulan.
6. Bioplastik dari Singkong
Singkong menjadi salah satu bahan lokal yang memiliki potensi besar sebagai pengganti plastik. Kandungan patinya dapat diolah menjadi bioplastik yang mudah terurai oleh mikroorganisme.
Bioplastik dari singkong menjadi solusi menarik karena mampu mengurangi ketergantungan pada plastik konvensional.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini menunjukkan peluang besar untuk masa depan, terutama di negara seperti Indonesia yang memiliki sumber daya singkong melimpah.
7. Wadah Reusable
Alternatif ini lebih ditujukan untuk kamu sebagai pembeli. Saat membeli makanan di luar, kamu bisa membawa wadah sendiri seperti kotak makan berbahan kaca, stainless steel, atau silikon food grade sebagai pengganti kemasan plastik dari penjual.
Dengan cara ini, kamu tidak perlu bergantung pada plastik sekali pakai setiap kali membeli makanan. Selain lebih hemat dalam jangka panjang, langkah sederhana ini juga membantu mengurangi sampah plastik dari sumbernya.
Itulah 7 alternatif pengganti plastik pembungkus makanan yang bisa menjadi solusi cerdas saat harga plastik semakin mahal. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas