Suara.com - Di dunia lari, tren running shoes makin populer terutama untuk sesi recovery run yang menuntut kenyamanan maksimal. Salah satu yang jadi benchmark global saat ini adalah Asics Superblast 2, sepatu dengan bantalan super tebal hingga 45mm yang menggabungkan dua teknologi foam premium untuk menghasilkan sensasi empuk sekaligus responsif.
Sepatu ini memang dirancang untuk berbagai jenis latihan, mulai dari easy run hingga long run. Namun, harganya yang berada di kisaran Rp3 juta hingga hampir Rp5 juta membuat tidak semua pelari bisa menjangkaunya. Kabar baiknya, brand lokal Indonesia kini mulai menghadirkan alternatif menarik khususnya untuk recovery run dengan harga jauh lebih ramah di kantong.
Yuk simak rekomendasi sepatu lokal untuk recovery run yang layak dilirik jika kamu mencari kenyamanan ala Superblast, tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
1. Ortuseight Hyperblast Shadow

Ortuseight menjadi salah satu brand lokal yang cukup konsisten menghadirkan sepatu lari dengan karakter bantalan empuk. Seri Hyperblast Shadow dikenal sebagai daily trainer yang nyaman untuk digunakan saat recovery run, terutama bagi pelari pemula hingga menengah yang membutuhkan perlindungan ekstra untuk kaki yang lelah.
Teknologi Cumulus Foam dan Ortshox pada midsole-nya memberikan sensasi pijakan yang lembut saat mendarat. Dipadukan dengan upper berbahan Ortflow mesh, sirkulasi udara tetap terjaga sehingga kaki tidak mudah panas. Secara tampilan, sepatu ini juga mengusung desain tebal ala maximalist yang sekilas mengingatkan pada sepatu premium.
Harga: mulai dari Rp600 ribuan.
2. 910 Nineten Haze Vision 1.0

910 Nineten Haze Vision 1.0 jadi salah satu pilihan menarik di kelas sepatu lari lokal untuk recovery run, terutama bagi pemula yang mengutamakan kenyamanan. Karakter bantalan yang empuk membuat sepatu ini terasa “ramah” di kaki setelah sesi latihan berat, cocok dipakai untuk jogging santai maupun daily training tanpa membuat kaki cepat lelah.
Dari segi konstruksi, sepatu ini mengandalkan upper mesh yang breathable dengan dukungan HyperWeb, Protective Upper Tech, dan Seamlock untuk kenyamanan lebih maksimal. Midsole-nya fokus pada cushioning untuk meredam benturan, bukan untuk performa agresif, sehingga wajar jika belum bisa dibandingkan langsung dengan ASICS Superblast 2 yang bermain di kelas premium. Meski begitu, dari sisi harga dan fungsi, Haze Vision tetap jadi opsi value for money yang layak dilirik.
Harga: mulai dari Rp470 ribuan.
3. Mills Enermax Nanoknit

Bagi pelari yang baru mulai rutin jogging atau recovery run, Mills Enermax Nanoknit menawarkan pendekatan sederhana namun efektif. Sepatu ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dasar dengan harga yang sangat kompetitif.
Upper berbahan rajutan (Nanoknit) terasa fleksibel dan mengikuti bentuk kaki, sementara midsole Active Foam cukup empuk untuk meredam benturan saat lari santai. Meski tidak se-responsif sepatu kelas premium, karakter bantalan yang ringan membuatnya ideal untuk jarak pendek seperti 5K hingga 10K.
Harga: mulai dari Rp399 ribuan.
4. League Valiant Lite

League menghadirkan Valiant Lite sebagai opsi daily trainer dengan sentuhan performa tambahan. Sepatu ini menawarkan cushioning yang cukup tebal namun tetap ringan di kaki sehingga cocok untuk recovery run maupun aktivitas harian.
Keunggulan utamanya terletak pada kombinasi Lite Foam dan ETPU yang memberikan bantalan empuk sekaligus sedikit energy return. Ditambah dengan Corplate berbahan nilon, sepatu ini terasa lebih stabil saat digunakan. Meski berbeda pendekatan dengan Superblast yang mengandalkan foam tebal, Valiant Lite tetap nyaman untuk pelari yang mengutamakan keseimbangan antara cushioning dan kontrol.
Harga: mulai dari Rp649 ribuan.