Kenapa Ida Hamidah Dicopot Dedi Mulyadi? Ini Kronologi Kasus Samsat Soekarno-Hatta

Husna Rahmayunita | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 13:16 WIB
Kenapa Ida Hamidah Dicopot Dedi Mulyadi? Ini Kronologi Kasus Samsat Soekarno-Hatta
Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta yang Dinonaktifkan Dedi Mulyadi (Instagram)

Suara.com - Nama  Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung Ida Hamidah mendadak ramai diperbincangkan publik setelah kebijakan penonaktifannya dari jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Keputusan ini tak lepas dari sorotan tajam Dedi Mulyadi atau KDM, yang dikenal vokal dalam mengawal pelayanan publik khususnya terkait pajak kendaraan bermotor.

Pencopotan Ida Hamidah tersebut diambil sebagai sanksi tegas atas keluhan warga terkait pelayanan pajak kendaraan bermotor yang dinilai masih memberatkan masyarakat. Lantas bagaimana sebenarnya kronologi Ida Hamidah dicopot Dedi Mulyadi? Bagaimana rekam jejaknya sebelum dicopot? Simak penjelasan berikut ini.

Kronologi Pencopotan Ida Hamidah

Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta yang Dinonaktifkan Dedi Mulyadi (Instagram)
Ida Hamidah, Kepala Samsat Soetta yang Dinonaktifkan Dedi Mulyadi (Instagram)

Kasus ini bermula dari keluhan masyarakat yang viral di media sosial. Seorang warga mengaku tidak bisa membayar pajak kendaraan di Samsat Soekarno-Hatta Bandung karena tidak membawa KTP pemilik pertama. Padahal, kebijakan terbaru dari Pemprov Jawa Barat sudah menghapus syarat tersebut demi mempermudah proses administrasi.

Pada 2021, Dedi Mulyadi sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Samsat Soekarno-Hatta. Sidak tersebut dilakukan setelah banyak laporan masyarakat terkait pelayanan yang dinilai berbelit dan tidak transparan.

Di lapangan, Dedi menemukan adanya ketidaksesuaian antara prosedur resmi dan praktik yang dijalankan. Warga mengeluhkan proses yang rumit, bahkan terindikasi membuka celah praktik percaloan. Dalam momen yang terekam dan viral, Dedi secara langsung menegur Ida Hamidah selaku pimpinan saat itu karena dianggap kurang mengawasi sistem pelayanan.

Sejak saat itu, nama Ida Hamidah mulai dikenal publik. Meski sempat meredup, isu serupa kembali mencuat pada April 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 47/KU.03.02/BAPENDA yang menghapus kewajiban membawa KTP pemilik pertama kendaraan.

Namun, di lapangan aturan tersebut belum dijalankan secara optimal. Aduan masyarakat kembali bermunculan hingga akhirnya memicu tindakan cepat dari Dedi Mulyadi.

Pada Senin, 6 April 2026, Dedi Mulyadi resmi menonaktifkan sementara Ida Hamidah dari jabatannya sebagai Kepala P3DW Bandung III atau Samsat Soekarno-Hatta. Keputusan ini diambil sebagai langkah evaluasi sekaligus bentuk respons terhadap keresahan publik.

Alasan di Balik Penonaktifan Ida Hamidah

Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Pertama, lemahnya pengawasan internal sehingga masih terjadi ketidaksesuaian antara aturan dan praktik di lapangan. Kedua, sistem pelayanan dinilai belum sepenuhnya siap mengikuti kebijakan baru, sehingga memicu kebingungan di kalangan petugas maupun masyarakat.

Selain itu, respons terhadap keluhan publik juga dianggap kurang cepat. Dalam konteks pelayanan publik, hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dedi Mulyadi sendiri menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar sanksi, melainkan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif melaporkan kendala pelayanan, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Pasca penonaktifan Ida Hamidah, Samsat Soekarno-Hatta mulai melakukan berbagai perbaikan. Salah satunya adalah mempercepat digitalisasi layanan untuk meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan pungutan liar.

Selain itu, alur birokrasi juga ditata ulang agar lebih sederhana dan transparan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Tak hanya itu, Inspektorat bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat kini tengah melakukan investigasi lebih lanjut guna mengungkap akar permasalahan secara menyeluruh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!

Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 14:06 WIB

Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak

Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak

Lifestyle | Kamis, 09 April 2026 | 11:58 WIB

Terkini

Serum Vitamin C Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini Panduan dan 5 Rekomendasi yang Bagus

Serum Vitamin C Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini Panduan dan 5 Rekomendasi yang Bagus

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 13:14 WIB

Syarat dan Cara Daftar SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026, Gajinya Tembus Rp8 Juta!

Syarat dan Cara Daftar SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026, Gajinya Tembus Rp8 Juta!

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 13:09 WIB

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 12:24 WIB

Day Cream Dulu atau Sunscreen Dulu? Ini Panduan untuk Wajah Glowing anti Flek Hitam

Day Cream Dulu atau Sunscreen Dulu? Ini Panduan untuk Wajah Glowing anti Flek Hitam

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 12:20 WIB

5 Sunscreen Lokal dengan Kualitas Premium untuk Cegah Penuaan Dini

5 Sunscreen Lokal dengan Kualitas Premium untuk Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 12:11 WIB

Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?

Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:54 WIB

Rambut Cepat Lepek padahal Baru Keramas? Ini 7 Cara Mengatasinya

Rambut Cepat Lepek padahal Baru Keramas? Ini 7 Cara Mengatasinya

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:51 WIB

Body Lotion Apa yang Bisa Atasi Belang? Ini 5 Pilihan Murah dan Bagus, Mulai Rp11 Ribuan

Body Lotion Apa yang Bisa Atasi Belang? Ini 5 Pilihan Murah dan Bagus, Mulai Rp11 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:49 WIB

5 Rekomendasi Kompor Tanam Paling Awet dan Hemat Gas LPG

5 Rekomendasi Kompor Tanam Paling Awet dan Hemat Gas LPG

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:38 WIB

#NgobroldiMeta: Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Jurnalisme Berkualitas

#NgobroldiMeta: Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Jurnalisme Berkualitas

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 11:19 WIB