- Jaspal Sidhu mendirikan SIS Group of Schools tahun 1996 untuk menyediakan akses pendidikan internasional berkualitas bagi siswa.
- SIS menyediakan kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB guna mencetak siswa unggul, kritis, serta adaptif menghadapi tantangan global.
- Perayaan 30 tahun ditandai pembukaan kampus baru di North East Jakarta untuk memperluas jangkauan pendidikan berstandar internasional.
Suara.com - Di tengah dunia yang semakin saling terhubung, akses terhadap pendidikan internasional berkualitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Hal ini tercermin dari perjalanan SIS Group of Schools yang selama tiga dekade konsisten membangun ekosistem pendidikan berstandar dunia dengan pendekatan yang tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan pengalaman global.
Sejak didirikan pada 1996 oleh Jaspal Sidhu, SIS berkembang dari satu kampus di Jakarta Selatan menjadi jaringan pendidikan regional yang tersebar di berbagai negara. Perjalanan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendidikan internasional terus meningkat, terutama di kawasan Asia, termasuk Indonesia.
Melalui penyediaan kurikulum kelas dunia seperti kurikulum Singapura, Cambridge IGCSE, dan IB Diploma Programme, SIS berupaya membuka akses yang lebih luas bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang relevan dengan standar global sekaligus kompetitif di tingkat internasional.
Pentingnya akses ini semakin terasa di era modern, ketika batas geografis tidak lagi menjadi penghalang dalam dunia pendidikan maupun karier. Siswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, serta mampu berkolaborasi lintas budaya.
Pendekatan pendidikan yang seimbang menjadi kunci, di mana pembelajaran tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan kesiapan menghadapi dinamika global. Inilah yang menjadi filosofi utama SIS dalam mengembangkan siswa secara holistik.
Momentum peringatan 30 tahun SIS sekaligus peluncuran kampus terbaru di Jakarta menjadi simbol penguatan komitmen tersebut. Kampus SIS North East Jakarta Lake Side Campus dirancang sebagai lingkungan belajar modern yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan pengembangan siswa secara menyeluruh.
Kehadirannya juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses terhadap pendidikan internasional berkualitas, sehingga semakin banyak siswa dapat merasakan manfaat dari sistem pendidikan berstandar global.
Dalam sambutannya, Jaspal Sidhu menegaskan bahwa visi awal SIS tetap relevan hingga kini. “Tiga puluh tahun lalu, SIS didirikan dengan visi yang sederhana namun berlandaskan komitmen yang kokoh dalam menghadirkan pendidikan internasional berkualitas tinggi yang terjangkau.
Kini, seiring perayaan tonggak penting ini dan peluncuran SIS North East Jakarta, kami kembali menegaskan komitmen untuk membayangkan ulang masa depan pendidikan serta mempersiapkan para siswa agar mampu berkembang di dunia yang semakin saling terhubung,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa aksesibilitas menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan internasional saat ini. Tidak cukup hanya menghadirkan kurikulum global, tetapi juga memastikan bahwa pendidikan tersebut dapat dijangkau oleh lebih banyak kalangan.
Dengan pendekatan ini, SIS berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus kompetitif. Lebih lanjut, Aditya Shah, Managing Director SIS Group of Schools, menekankan bahwa perkembangan SIS tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.
“Selama bertahun-tahun, kami melihat pertumbuhan yang luar biasa, tidak hanya dari jumlah siswa, tetapi juga dari kekuatan program akademik dan komunitas kami. Perpindahan ke kampus baru dan transformasi menjadi SIS North East Jakarta yang berlokasi di Asya, Jakarta Garden City, bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan cerminan dedikasi kami untuk terus berkembang dan menyediakan lingkungan pembelajaran berstandar internasional yang mempersiapkan siswa menghadapi masa depan,” jelasnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, terlihat bahwa pendidikan internasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki perspektif global dan karakter yang kuat.
Di tengah perubahan dunia yang cepat, kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami keberagaman menjadi nilai tambah yang tidak ternilai. Memasuki dekade keempat, SIS terus menegaskan fokusnya pada inovasi, kolaborasi global, dan transformasi pendidikan yang berpusat pada siswa.