Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir

Agatha Vidya Nariswari, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 13 April 2026 | 13:14 WIB
Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir
Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir [Google Maps]
baca 10 detik
  • Iran batasi lalu lintas Selat Hormuz hanya 12 kapal sehari dengan aturan izin super ketat. 
  • Tarif pelayaran dipatok mencapai 2 juta dolar AS atau Rp34 miliar untuk kapal tanker raksasa.
  • Pembayaran tol jalur ini wajib menggunakan mata uang Yuan China atau aset digital kripto.

Suara.com - Ketegangan geopolitik membuat rencana pengenaan tarif melintasi Selat Hormuz menjadi sorotan dunia karena berpotensi melambungkan harga minyak mentah secara global.

Langkah berani Iran ini tidak hanya membatasi akses pelayaran secara ekstrem, tetapi juga memaksa kapal-kapal niaga membayar biaya transit yang nilainya bikin geleng-geleng kepala.

Bagi dunia pelayaran internasional, jalur ini bukan sekadar lautan biasa, melainkan urat nadi perdagangan energi.

Sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia bergantung pada perairan ini.

Namun, situasi berubah drastis sejak akhir Februari 2026, ketika Iran mengambil kendali penuh dan menutup selat tersebut pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Kini, Iran mulai menyusun regulasi baru yang membuat para pemilik armada ketar-ketir.

ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Rencananya, akses masuk akan dibatasi maksimal hanya untuk 12 kapal per hari. Setiap kapal yang beruntung mendapat izin pun tak bisa asal lewat.

Mereka wajib mengikuti rute khusus, mengantongi dokumen resmi, dan tentunya membayar "uang tol" yang tidak sedikit.

Bicara soal biaya, angka yang diusulkan benar-benar fantastis. Otoritas setempat mematok tarif sebesar 1 dolar AS (sekitar Rp17.000) untuk setiap barel minyak yang diangkut.

baca juga

Sebagai gambaran, sebuah kapal tanker raksasa atau Very Large Crude Carrier (VLCC) rata-rata mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak. Artinya, satu kapal VLCC harus merogoh kocek hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,2 miliar untuk sekali melintas.

Satu hal yang menarik dari kebijakan ini adalah metode pembayarannya.

Meski tarif dihitung berdasarkan patokan dolar AS, Teheran dilaporkan mewajibkan pembayaran dilakukan menggunakan mata uang Yuan China atau aset digital kripto seperti stablecoin.

Menyikapi kenyataan pahit ini, para pemilik kapal dari berbagai negara kini harus putar otak.

Mereka tengah melangsungkan negosiasi intensif dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) agar bisnis logistik energi mereka tidak lumpuh total.

Gagasan komersialisasi selat ini sebenarnya lahir dari negosiasi alot di meja perundingan politik. Pada Rabu (8/4/2026) malam, Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata berdurasi dua pekan dengan Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 12:31 WIB

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!

News | Senin, 13 April 2026 | 11:59 WIB

Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz

Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 11:54 WIB

Terkini

Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Cerita Korban Little Aresha: Pernah Diikat, Dikurung di Ruang Gelap hingga Dipaksa Tidur di Lantai

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:51 WIB

4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi

4 Tips Mengatasi Sepatu Putih yang Menguning, Cukup Pakai Bahan Ini Bisa Kinclong Lagi

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:40 WIB

Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya

Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB

Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia

Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 15:15 WIB

4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau

4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:13 WIB

Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar

Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:12 WIB

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 14:07 WIB

MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:25 WIB

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

Blush On Viva Apakah Sudah BPOM? Cek Review Jujur Perona Pipi Legendaris Rp6 Ribuan

Blush On Viva Apakah Sudah BPOM? Cek Review Jujur Perona Pipi Legendaris Rp6 Ribuan

Lifestyle | Senin, 13 Juli 2026 | 12:59 WIB

×