- Fosil kupu-kupu berusia 34 juta tahun ditemukan di selatan Prancis dalam kondisi sangat lengkap.
- Spesimen ini kemudian diidentifikasi sebagai spesies baru bernama Apaturoides monikae.
- Temuan ini membantu ilmuwan memahami lebih jauh evolusi awal kupu-kupu dan kemungkinan usia kelompok “emperor” yang lebih tua dari perkiraan sebelumnya.
Masuk dalam Kelompok Kupu-Kupu "Emperor"
Hasil studi menunjukkan bahwa fosil ini termasuk dalam subfamili Apaturinae, kelompok kupu-kupu yang sering disebut "emperor".
Menariknya, ini merupakan fosil pertama yang secara jelas dapat dikaitkan dengan kelompok tersebut.
Temuan ini kemudian membuka kemungkinan bahwa garis keturunan Apaturinae sudah muncul jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Menurut peneliti dari State Museum of Natural History Stuttgart, fosil ini dapat menjadi kunci untuk memahami bagaimana kelompok kupu-kupu modern mulai berkembang dan menyebar.
Dampak pada Teori Evolusi Kupu-Kupu
Selama ini, ilmuwan mengandalkan data molekuler untuk memperkirakan waktu kemunculan berbagai kelompok kupu-kupu.
Namun, fosil Apaturoides monikae memberi bukti nyata yang bisa memperkuat atau bahkan menantang teori tersebut.
Beberapa ahli dari Hessian State Museum Darmstadt menyebut bahwa temuan ini bisa menunjukkan dua kemungkinan, yakni garis keturunan Apatura mungkin lebih tua dari perkiraan, atau ciri-ciri nenek moyangnya bertahan sangat lama tanpa banyak perubahan.
Kupu-Kupu Purba dan Jejak Makanan di Masa Lalu
Selain fosil ini, penelitian lain juga memberikan gambaran lebih luas tentang sejarah kupu-kupu.
Studi terhadap coprolite atau fosil kotoran menunjukkan adanya sisik serangga yang diduga milik kupu-kupu purba.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa struktur seperti belalai penghisap nektar sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu, bahkan sebelum banyak tumbuhan berbunga berkembang pesat.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa evolusi kupu-kupu berlangsung jauh lebih kompleks dan panjang dibandingkan yang selama ini dipahami.