Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Ruth Meliana

Rabu, 15 April 2026 | 12:15 WIB
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
Mengenal Rape Culture Pyramid (freepik)

Masalah dari level ini adalah proses normalisasi. Ketika perilaku seperti ini terus dibiarkan, masyarakat menjadi terbiasa dan menganggapnya bukan masalah. Akibatnya, sensitivitas terhadap kekerasan seksual pun menurun, dan pelaku merasa tindakannya bisa diterima.

2. Level Menengah: Degradation (Merendahkan)

Di tingkat ini, perilaku sudah lebih serius dan mulai memberikan dampak langsung pada korban, baik secara mental maupun emosional.

Contohnya termasuk mengambil foto atau video tanpa izin, mengirim konten seksual tanpa persetujuan, menguntit, hingga menyebarkan konten pribadi (revenge porn). Selain itu, victim blaming juga termasuk dalam kategori ini.

Ciri utama level ini adalah adanya unsur kontrol, tekanan, atau manipulasi. Sayangnya, perilaku seperti ini masih sering diabaikan, terutama jika pelaku memiliki kekuasaan atau status sosial tertentu. Padahal, jika tidak dihentikan, tindakan di level ini bisa berkembang menjadi kekerasan yang lebih parah.

3. Level Puncak: Assault (Kekerasan Nyata)

Ini adalah tingkat paling atas, di mana kekerasan seksual terjadi secara langsung dan jelas melanggar hukum.

Contohnya meliputi pemaksaan hubungan seksual, pelecehan fisik, pemberian obat atau alkohol untuk melumpuhkan korban, hingga pemerkosaan. Dampak dari tindakan ini sangat besar, baik secara fisik maupun psikologis, dan bisa meninggalkan trauma jangka panjang.

Yang perlu dipahami, level ini bukan berdiri sendiri. Kekerasan di puncak piramida sering kali merupakan hasil dari pembiaran perilaku di level bawah dan menengah.

baca juga

Cara Memutus Rantai Rape Culture

Memutus rantai rape culture tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

1. Memahami dan Menghargai Consent

Consent atau persetujuan adalah hal utama dalam setiap interaksi, terutama yang bersifat personal. Persetujuan harus diberikan secara sadar, tanpa paksaan, dan bisa ditarik kapan saja. Dengan memahami konsep ini, kita bisa lebih menghargai batasan orang lain.

2. Tidak Menormalisasi Candaan Seksis

Mulai dari hal kecil seperti tidak ikut tertawa atau menyebarkan lelucon yang merendahkan. Mengoreksi candaan yang tidak pantas juga bisa menjadi langkah penting untuk mengubah kebiasaan di lingkungan sekitar.

3. Berani Menegur dan Bersikap Tegas

Jika melihat perilaku yang tidak pantas, usahakan untuk tidak diam. Menegur atau menunjukkan bahwa tindakan tersebut tidak bisa diterima dapat membantu menghentikan penyebaran perilaku negatif.

4. Menghentikan Victim Blaming

Penting untuk memahami bahwa korban tidak pernah bersalah atas kekerasan yang dialaminya. Fokus seharusnya pada tindakan pelaku, bukan pada apa yang dilakukan atau dikenakan oleh korban.

5. Mendukung dan Mendengarkan Korban

Ketika seseorang berani bercerita, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mendengarkan tanpa menghakimi. Dukungan sederhana bisa sangat berarti bagi korban dalam proses pemulihan.

6. Meningkatkan Kesadaran Diri

Setiap orang perlu mengevaluasi sikap dan cara berpikirnya sendiri. Dengan menyadari potensi kesalahan, kita bisa menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tidak ikut melanggengkan budaya kekerasan.

Demikianlah penjelasan tentang rape culture pyramid. Pemahaman ini menjadi awal perubahan untuk menghentikan perilaku bermasalah sejak dini dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:41 WIB

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:11 WIB

Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban

Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:22 WIB

Terkini

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:19 WIB

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Ivan Gunawan hingga Ruben Onsu Bicara Soal Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Kesuksesan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 15 Juli 2026, Nasib Berangsur Membaik

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:05 WIB

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13 WIB

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Flek Hitam di Wajah karena Apa? Ini 3 Krim Malam untuk Memudarkan Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

3 Zodiak Paling Beruntung Besok 15 Juli 2026, Keinginan Lama Akhirnya Terwujud

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:40 WIB

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:32 WIB

Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless

Primer atau Skin Tint Dulu? Panduan Lengkap untuk Makeup Flawless

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya

Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi dan Review-nya

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:35 WIB

Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga

Moisturizer Apa yang Bagus untuk Mencerahkan? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:10 WIB

×