Dampak Psikologis Pelecehan Seksual di Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI Pada Korban

Nur Khotimah, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 15 April 2026 | 20:28 WIB
Dampak Psikologis Pelecehan Seksual di Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI Pada Korban
Ilustrasi grup chat mahasiswa FH UI yang melakukan pelecehan seksual. (freepik)
baca 10 detik
  • Pelecehan digital mahasiswa FH UI memicu trauma berat seperti PTSD.
  • Korban mengalami isolasi sosial hingga kerusakan reputasi akibat jejak digital.
  • Dampak fisik meliputi insomnia kronis dan penurunan fokus belajar atau bekerja.

Suara.com - Kasus pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melalui grup chat WhatsApp dan Line menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Meski tidak melibatkan kontak fisik secara langsung, pelecehan seksual digital yang dilakukan oleh 16 mahasiswa FH UI tersebut tetap memberikan dampak nyata pada korban.

Banyak orang yang sering meremehkan pelecehan digital dengan dalih "hanya bercanda" atau "ruang privat".

Padahal di mata hukum dan psikologi, pelecehan seksual di ranah online memiliki efek domino yang bisa menghancurkan masa depan seseorang.

Lantas, apa saja dampak mengerikan yang menghantui para korban pelecehan seksual digital seperti dalam kasus FH UI? Berikut ulasannya dilansir dari hukumonline.com.

16 Mahasiswa FH UI Diduga Terlibat Kasus Pelecehan (Twitter/X)
16 Mahasiswa FH UI Diduga Terlibat Kasus Pelecehan (Twitter/X)

1. Hancurnya Mental Korban

Pelecehan verbal dan objektifikasi di grup chat bisa memicu trauma psikologis yang sangat berat pada korban, seperti:

  • PTSD (Gangguan Stres Pascatrauma): Terus terbayang-bayang isi chat pelaku, mengalami mimpi buruk, dan ketakutan berkepanjangan.
  • Depresi Akut: Rasa sedih mendalam yang bisa berujung pada keinginan menyakiti diri sendiri (self-harm) hingga pikiran bunuh diri.
  • Krisis Harga Diri: Korban merasa malu, kotor, dan tidak berdaya, bahkan sering menyalahkan diri sendiri akibat stigma sosial yang ada.

2. Isolasi Sosial dan Hilangnya Rasa Percaya

Korban juga bisa merasakan dampak yang cukup merusak kepercayaan dirinya ketika harus bertemu dan satu kelas dengan orang yang melecehkannya diam-diam di grup chat, seperti:

baca juga
  • Isolasi Diri: Korban cenderung menarik diri dari pergaulan karena merasa tidak aman.
  • Trust Issues: Sulit memercayai orang lain, bahkan teman dekat sekalipun, karena merasa siapa pun bisa menjadi "pelaku" di belakang layar.
  • Kerusakan Reputasi: Jika isi chat atau foto korban tersebar, nama baik korban hancur seketika di lingkungan sosial, yang dampaknya bisa permanen karena jejak digital sulit dihapus.

3. Dampak Fisik yang Nyata

Stres mental yang luar biasa tidak berhenti di pikiran, tapi juga menyerang fisik.

Korban pelecehan digital sering melaporkan gangguan kesehatan seperti:

  • Gangguan Tidur: Insomnia parah karena merasa waswas dan overthinking.
  • Kelelahan Kronis: Energi habis karena terus-menerus berada dalam kondisi tertekan (flight or fight mode).
  • Keluhan Fisik: Otot tegang hingga gangguan pencernaan akibat tekanan mental yang konstan.

4. Masa Depan Terancam

Bagi mahasiswi atau dosen yang menjadi korban di lingkungan kampus seperti kasus FH UI, dampaknya sangat nyata pada karier mereka, seperti:

  • Takut ke Kampus: Korban merasa ngeri masuk kelas atau lingkungan kerja karena harus berhadapan dengan pelaku.
  • Penurunan Fokus: Kesulitan berkonsentrasi pada materi kuliah atau pekerjaan karena pikiran terdistraksi oleh trauma.
  • Kerugian Ekonomi: Potensi kehilangan kesempatan karier atau beasiswa akibat penurunan performa.

5. Trauma Sekunder

Dampak pelecehan digital makin berat ketika kasusnya bocor ke publik atau viral.

Korban bisa mengalami cyberbullying massal atau pencarian identitas secara paksa (doxxing).

Belum lagi ancaman teknologi AI seperti deepfake yang bisa memanipulasi foto korban menjadi konten pornografi, membuat korban makin sulit membuktikan kebenaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Viral Isi Chat Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anak Jadi Korban

Viral Isi Chat Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anak Jadi Korban

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 18:27 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Grup Chat WA Berisi Chat Mesum dan Dark Jokes Bisa Dipidana?

Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Grup Chat WA Berisi Chat Mesum dan Dark Jokes Bisa Dipidana?

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 17:23 WIB

Berapa Jumlah dan Siapa Saja Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI?

Berapa Jumlah dan Siapa Saja Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI?

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 16:15 WIB

Cinta Laura Murka Soal Pelecehan di FH UI: "Minta Maaf Bukan Tiket Bebas Sanksi!"

Cinta Laura Murka Soal Pelecehan di FH UI: "Minta Maaf Bukan Tiket Bebas Sanksi!"

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×