Kenapa 22 April Diperingati Jadi Hari Bumi? Ini Sejarah Panjangnya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 14:27 WIB
Kenapa 22 April Diperingati Jadi Hari Bumi? Ini Sejarah Panjangnya
Ilustrasi bumi dengan hutan dan sungai yang asri (Freepik)

Suara.com - Hari Bumi kembali diperingati setiap 22 April. Tahun ini, perayaan tersebut memasuki tahun ke-56 sejak pertama kali digelar sebagai gerakan “pendidikan terbuka” di Amerika Serikat.

Dikutip dari laporan Phys.org, Hari Bumi kini telah berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan lebih dari 192 negara. Peringatan ini bertujuan mendorong aksi nyata dalam menjaga lingkungan di tengah populasi dunia yang telah mencapai sekitar 8 miliar jiwa.

Akar Sejarah Hari Bumi

Sejarah Hari Bumi tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap polusi pada era 1960-an. Salah satu pemicunya adalah buku Silent Spring karya Rachel Carson yang terbit pada 1962.

Buku tersebut mengungkap bahaya pestisida DDT terhadap rantai makanan dan ekosistem. Dampaknya, kesadaran publik terhadap isu lingkungan meningkat tajam.

Gagasan Hari Bumi kemudian digagas oleh Gaylord Nelson, Senator AS dari Wisconsin. Ia tergerak setelah menyaksikan dampak tumpahan minyak besar di California Selatan pada 1969.

Nelson kemudian menginisiasi diskusi nasional tentang lingkungan dengan konsep “teach-in” yang saat itu populer di kalangan mahasiswa anti-perang Vietnam. Bersama aktivis Denis Hayes, gerakan ini berkembang luas hingga melibatkan masyarakat di berbagai kampus dan kota di Amerika Serikat.

Gerakan tersebut kemudian dikenal sebagai Earth Day atau Hari Bumi.

Mengapa Diperingati 22 April?

Menurut catatan EarthDay.org, Hari Bumi pertama diperingati pada 22 April 1970. Tanggal ini dipilih secara strategis, berada di antara libur musim semi dan ujian akhir mahasiswa, sehingga partisipasi publik, terutama dari kalangan kampus, dapat dimaksimalkan.

Meski bukan hari libur nasional, aksi besar-besaran pada peringatan pertama berhasil memberi tekanan politik signifikan di Amerika Serikat. Dampaknya, lahir berbagai regulasi penting seperti Clean Air Act dan Clean Water Act.

Sejak itu, Hari Bumi menjadi tonggak penting dalam gerakan lingkungan modern. Memasuki tahun 2000-an, fokusnya semakin meluas, termasuk isu perubahan iklim.

Fokus Hari Bumi Saat Ini

Hari Bumi kini menjadi momentum global untuk mendorong aksi nyata, mulai dari kegiatan bersih-bersih lingkungan hingga kampanye pelestarian alam.

Namun, perubahan tidak hanya datang dari aksi kolektif, tetapi juga dari langkah sederhana sehari-hari. Misalnya, mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah, menanam pohon, hingga memilih produk ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat

Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:50 WIB

Sejarah Hari Bumi, Kenapa Dipilih Tanggal 22 April? Ternyata Begini Asal-usulnya

Sejarah Hari Bumi, Kenapa Dipilih Tanggal 22 April? Ternyata Begini Asal-usulnya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 10:48 WIB

Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka di Alfamart yang Memutihkan Wajah dan Harganya

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka di Alfamart yang Memutihkan Wajah dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 18:13 WIB

5 Tinted Sunscreen SPF 50 yang Ringan untuk Mencerahkan Wajah

5 Tinted Sunscreen SPF 50 yang Ringan untuk Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

4 Rekomendasi Lulur Mandi Viva dan Daftar Harganya untuk Kulit Lebih Cerah

4 Rekomendasi Lulur Mandi Viva dan Daftar Harganya untuk Kulit Lebih Cerah

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 17:03 WIB

Apakah Ada Cushion dengan SPF? Intip 5 Rekomendasi Terbaik dan Harganya

Apakah Ada Cushion dengan SPF? Intip 5 Rekomendasi Terbaik dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:43 WIB

4 Rekomendasi Loose Powder dengan UV Filter, Makeup Tahan Lama dan Kulit Terlindungi

4 Rekomendasi Loose Powder dengan UV Filter, Makeup Tahan Lama dan Kulit Terlindungi

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:30 WIB

Urutan Skincare Malam Viva Pro Age Advance Series untuk Atasi Tanda Penuaan

Urutan Skincare Malam Viva Pro Age Advance Series untuk Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:01 WIB

7  Sabun Cuci Muka Mengandung Salicylic Acid untuk Basmi Jerawat, Mulai Rp20 Ribuan

7 Sabun Cuci Muka Mengandung Salicylic Acid untuk Basmi Jerawat, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 15:05 WIB

Apa Merk Lipstik yang Tahan Lama dan Tidak Luntur saat Makan? Ini 6 Rekomendasi dan Harganya

Apa Merk Lipstik yang Tahan Lama dan Tidak Luntur saat Makan? Ini 6 Rekomendasi dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:43 WIB

Rekomendasi 5 Setting Spray Biar Bedak Awet dan Tahan Lama 12 Jam Lebih

Rekomendasi 5 Setting Spray Biar Bedak Awet dan Tahan Lama 12 Jam Lebih

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:37 WIB