- Makanan ultra proses seperti nugget, sosis, dan minuman kemasan semakin sering dikonsumsi anak-anak karena praktis.
- Padahal, kandungan gizinya rendah dan dapat meningkatkan risiko stunting, obesitas, serta gangguan pertumbuhan tulang.
- Orang tua disarankan membatasi makanan kemasan dan lebih memilih makanan segar serta bergizi seimbang.
Hal tersebut menyebabkan fisik anak berisiko menjadi lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak normal seusianya.
Penelitian lain juga menunjukkan data yang cukup mengkhawatirkan, yaitu sebagai berikut.
- Risiko Stunting: Anak-anak yang sering mengonsumsi minuman kemasan manis berperisa memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami stunting.
- Gangguan Tulang: Kandungan gizi yang tidak memadai dalam UPF dapat mempercepat pematangan tulang yang tidak sempurna, sehingga memicu kejadian stunting di kemudian hari.
- Masalah Berat Badan: Konsumsi minuman berkarbonasi dan camilan ringan secara rutin berkaitan erat dengan kejadian berat badan berlebih pada anak.
Langkah Bijak untuk Orang Tua
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan panduan ketat terkait pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk anak usia 6-23 bulan guna meminimalisir dampak buruk UPF sebagai berikut.
- Utamakan Makanan Alami: Berikan makanan yang beragam dari sumber hewani seperti daging, ikan, atau telur, serta sayur dan buah setiap hari.
- Batasi Gula dan Garam: Hindari makanan atau minuman yang mengandung tambahan pemanis buatan dan tinggi lemak trans.
- Hindari Minuman Kemasan: Batasi konsumsi jus buah kemasan dan minuman berpemanis yang tidak memberikan nutrisi esensial bagi pertumbuhan.
- Pemberian Makan Responsif: Pastikan proses pemberian makan dilakukan secara aktif dan sesuai dengan tanda lapar atau kenyang anak.