Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 24 April 2026 | 10:27 WIB
Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaku industri mamin untuk segera beralih menggunakan kemasan kertas atau paperboard. (Unsplash/@aninge)
  • Kemenperin dorong industri mamin pakai kemasan kertas karena harga plastik meroket imbas konflik.
  • Kemasan kertas lebih efisien karena stabil dan tak butuh rantai pendingin.
  • Kapasitas produksi kemasan kertas lokal capai 21 miliar unit, jauh di atas kebutuhan nasional.

Suara.com - Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia mulai memberikan tekanan hebat bagi sektor industri dalam negeri. Imbasnya, harga bahan baku plastik meroket tajam, memaksa pelaku industri makanan dan minuman (mamin) memutar otak demi menjaga efisiensi produksi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaku industri mamin untuk segera beralih menggunakan kemasan berbahan kertas atau paperboard.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, ketergantungan pada plastik kini menjadi risiko besar karena harganya yang sangat fluktuatif mengikuti pasar minyak global. Sebaliknya, kemasan berbasis kertas dipandang sebagai alternatif yang lebih stabil dan efisien di tengah ketidakpastian rantai pasok.

Kemasan kertas saat ini sudah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman. Kami berkomitmen untuk terus memacu pengembangan alternatif bahan baku kemasan melalui skema business matching antara produsen dan pengguna,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Saat ini, porsi kemasan kertas baru menyumbang sekitar 28 persen dari total kemasan di industri mamin. Pemerintah optimistis angka ini masih bisa digenjot demi memangkas dominasi plastik.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa transisi ke kemasan aseptik berbasis kertas bukan sekadar soal harga, melainkan soal keberlanjutan. Kemenperin bahkan telah menggelar workshop bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk mematangkan langkah ini.

Senada dengan pemerintah, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menekankan pentingnya diversifikasi sumber bahan baku (sourcing). Menurutnya, divisi procurement industri harus lebih gesit mencari alternatif agar produksi tetap kompetitif.

Menariknya, meski harga awal kemasan kertas terkadang lebih tinggi dibanding plastik, secara total biaya operasional justru bisa lebih hemat.

“Kemasan aseptik dari kertas tidak membutuhkan rantai pendingin (cold chain) dan kulkas untuk penyimpanan. Selain itu, bahan baku kertasnya jauh lebih stabil dibanding plastik,” ungkap Merrijantij, praktisi industri terkait.

Data Kemenperin menunjukkan potensi besar kemasan kertas di tanah air. Kebutuhan kemasan aseptik nasional diperkirakan mencapai 8,3 miliar unit per tahun. Kabar baiknya, kapasitas produksi dalam negeri sangat mumpuni, yakni mencapai 21 miliar kemasan per tahun.

Dengan kapasitas yang melimpah tersebut, industri nasional diyakini mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus membentengi diri dari tekanan ekonomi global yang kian tidak menentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 15:55 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:29 WIB

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:22 WIB

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram

Siap-siap Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.733.000 per Gram

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:04 WIB

BRI Permudah Registrasi BRImo di 15 Negara, Pengguna Tembus 47,8 Juta

BRI Permudah Registrasi BRImo di 15 Negara, Pengguna Tembus 47,8 Juta

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:48 WIB

Kabar Reshuffle Direksi PLN Disebut Hoaks, RUPS Baru Digelar 15 Juni

Kabar Reshuffle Direksi PLN Disebut Hoaks, RUPS Baru Digelar 15 Juni

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:28 WIB

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:20 WIB

Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun

Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: Antam Mulai Naik, Emas Lain Ada yang Turun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:14 WIB