Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 10:27 WIB
Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaku industri mamin untuk segera beralih menggunakan kemasan kertas atau paperboard. (Unsplash/@aninge)
  • Kemenperin dorong industri mamin pakai kemasan kertas karena harga plastik meroket imbas konflik.
  • Kemasan kertas lebih efisien karena stabil dan tak butuh rantai pendingin.
  • Kapasitas produksi kemasan kertas lokal capai 21 miliar unit, jauh di atas kebutuhan nasional.

Suara.com - Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia mulai memberikan tekanan hebat bagi sektor industri dalam negeri. Imbasnya, harga bahan baku plastik meroket tajam, memaksa pelaku industri makanan dan minuman (mamin) memutar otak demi menjaga efisiensi produksi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaku industri mamin untuk segera beralih menggunakan kemasan berbahan kertas atau paperboard.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, ketergantungan pada plastik kini menjadi risiko besar karena harganya yang sangat fluktuatif mengikuti pasar minyak global. Sebaliknya, kemasan berbasis kertas dipandang sebagai alternatif yang lebih stabil dan efisien di tengah ketidakpastian rantai pasok.

Kemasan kertas saat ini sudah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman. Kami berkomitmen untuk terus memacu pengembangan alternatif bahan baku kemasan melalui skema business matching antara produsen dan pengguna,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Saat ini, porsi kemasan kertas baru menyumbang sekitar 28 persen dari total kemasan di industri mamin. Pemerintah optimistis angka ini masih bisa digenjot demi memangkas dominasi plastik.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa transisi ke kemasan aseptik berbasis kertas bukan sekadar soal harga, melainkan soal keberlanjutan. Kemenperin bahkan telah menggelar workshop bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk mematangkan langkah ini.

Senada dengan pemerintah, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menekankan pentingnya diversifikasi sumber bahan baku (sourcing). Menurutnya, divisi procurement industri harus lebih gesit mencari alternatif agar produksi tetap kompetitif.

Menariknya, meski harga awal kemasan kertas terkadang lebih tinggi dibanding plastik, secara total biaya operasional justru bisa lebih hemat.

“Kemasan aseptik dari kertas tidak membutuhkan rantai pendingin (cold chain) dan kulkas untuk penyimpanan. Selain itu, bahan baku kertasnya jauh lebih stabil dibanding plastik,” ungkap Merrijantij, praktisi industri terkait.

Data Kemenperin menunjukkan potensi besar kemasan kertas di tanah air. Kebutuhan kemasan aseptik nasional diperkirakan mencapai 8,3 miliar unit per tahun. Kabar baiknya, kapasitas produksi dalam negeri sangat mumpuni, yakni mencapai 21 miliar kemasan per tahun.

Dengan kapasitas yang melimpah tersebut, industri nasional diyakini mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus membentengi diri dari tekanan ekonomi global yang kian tidak menentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 15:55 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian

Suku Bunga hingga Ego Pasar: Menakar Napas Baru Industri Properti di Tengah Ketidakpastian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:16 WIB

Menakar Kemandirian Ekonomi Perempuan RI

Menakar Kemandirian Ekonomi Perempuan RI

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:13 WIB

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:07 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:33 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB