Kereta api hanya dapat bergerak di atas rel yang sudah ditentukan, sehingga tidak bisa berbelok atau bergerak bebas seperti mobil di jalan raya. Rel memiliki arah yang tetap dan jalur yang lurus, sehingga tidak memungkinkan belokan tajam atau perubahan arah secara mendadak.
Oleh karena itu, setiap gerakan kereta harus direncanakan secara tepat, termasuk ketika mengurangi atau menghentikan kecepatannya. Jika kereta dihentikan tiba-tiba, dorongan dan tekanan dari setiap gerbong bisa membuat kereta terlepas dari rel.
Ini sangat berbahaya, terlebih saat kereta berjalan dengan kecepatan tinggi. Jalur rel yang terbatas juga membatasi ruang untuk melakukan koreksi kesalahan secara menyeluruh.
5. Faktor Mekanik dan Teknis
Pengereman mendadak yang sering terjadi bisa merusak bagian-bagian mesin kereta. Ban dan sistem rem akan lebih cepat rusak jika sering digunakan untuk berhenti mendadak.
Selain itu, rem yang terlalu panas bisa kehilangan efektivitasnya. Kerusakan ini bisa mengancam keselamatan perjalanan kereta. Tidak hanya itu, pengereman mendadak juga berdampak pada rel kereta.
Gesekan keras dapat merusak permukaan rel dan menyebabkan deformasi. Jika rel rusak, risiko kecelakaan akan meningkat. Oleh karena itu, pengereman harus dilakukan dengan cara yang benar dan bertahap.
Kontributor : Rizky Melinda