Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool

Farah Nabilla

Rabu, 29 April 2026 | 10:15 WIB
Kereta Terakhir Gita: Ingin Sampai Cibitung, Lalu Suatu Hari ke Anfield Menonton Liverpool
KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Ist)
baca 10 detik
  • Gita, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, menjadi korban dalam kecelakaan tabrakan kereta api pada Senin pagi, 27 April 2026.
  • Insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di kawasan Bekasi Timur saat korban sedang melakukan perjalanan.
  • Tragedi di Bekasi Timur tersebut mengakibatkan Gita meninggal dunia bersama dengan 15 korban jiwa lainnya dalam kecelakaan tersebut.

Suara.com - Sepuluh menit sebelum segalanya berubah, Gita masih seperti anak muda lain pada umumnya. Ia berada di dalam kereta menempuh perjalanan yang biasa, menuju tujuan yang biasa, pada malam yang seharusnya biasa juga.

Lewat layar ponselnya, ia mengirim pesan kepada sang ayah.

"Pak, 10 menit lagi saya sampai Cibitung."

Kalimat itu singkat, tidak ada tanda cemas. Tidak ada firasat buruk. Hanya kabar sederhana dari seorang anak kepada orang tuanya bahwa sebentar lagi ia tiba.

Di Stasiun Cibitung, ayahnya menunggu.

Barangkali ia berdiri sambil sesekali melihat arah rel. Barangkali ia memeriksa jam. Barangkali ia membayangkan putrinya akan turun dari pintu kereta, berjalan cepat sambil tersenyum kecil, lalu pulang bersama seperti hari-hari sebelumnya.

Namun Gita tak pernah sampai.

Pada Senin malam, 27 April 2026, KRL yang ditumpanginya bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur. Dalam hitungan detik, perjalanan biasa berubah menjadi kabar duka yang akan diingat banyak orang.

Gita berada di gerbong wanita saat kejadian itu berlangsung.

baca juga

Ia baru berusia 20 tahun. Usia ketika seseorang biasanya masih sibuk menata masa depan, dengan rencana-rencana masih tumbuh liar di kepala. Masa ketika dunia terasa luas dan waktu terasa panjang.

Ia dikenal sebagai perempuan yang hangat dan mudah akrab. Menyenangkan diajak bicara. Orang-orang mengenangnya sebagai sosok yang selalu membawa keceriaan, seolah ia punya cara sendiri membuat suasana jadi lebih ringan.

Di kampus, ia menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi di sebuah universitas swasta. Ia sedang belajar menjadi seseorang. Gita sedang merintis jalan yang mungkin belum sepenuhnya ia tahu akan menuju ke mana.

Seperti banyak anak muda lain, ia juga menyimpan daftar mimpi.

Mimpi itu bukan hal rumit. Bukan pula sesuatu yang mustahil. Ia hanya ingin hidup cukup lama untuk mewujudkannya satu per satu.

Dalam sebuah pesan yang kini beredar di antara kerabat dan teman-temannya, Gita pernah menulis keinginannya.

"Gue masih mau hidup kok, masih pengen jalan-jalan ke Anfield nonton Liverpool di sana."

"Pengen nonton MotoGP langsung, pengen ke Switzerland, pengen nonton konser Kpop di Jepang."

Betapa muda bunyi kalimat itu. Betapa penuh harapan.

Ia ingin melihat stadion Anfield yang selama ini mungkin hanya ia saksikan dari layar. Ia ingin mendengar gemuruh penonton saat Liverpool bermain di rumahnya sendiri. Ia ingin merasakan aroma malam pertandingan, nyanyian suporter, dan rumput lapangan yang hijau dari dekat.

Ia ingin menonton MotoGP secara langsung, merasakan suara mesin meraung yang tak bisa diwakili televisi. Ia ingin melihat Swiss dengan gunung-gunung dan langit bersihnya. Ia ingin menonton konser K-pop di Jepang, berdiri di tengah kerumunan orang yang sama-sama bernyanyi.

Ia ingin hidup.

Kalimat paling sederhana sekaligus paling menyayat itu kini tertinggal sebagai kenangan.

Ketika keluarga mencarinya, yang ditemukan lebih dulu hanyalah tas miliknya. Di dalamnya, telepon genggam, dompet, dan barang-barang lain masih utuh. Benda-benda itu seolah menunggu pemiliknya kembali mengambilnya.

Namun pemiliknya tak kembali.

Sang kakek, Rajihun (63), ikut mencari di RSUD Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026. Harapan keluarga digantungkan pada setiap kabar, setiap nama, setiap kemungkinan.

Hingga sehari setelah kecelakaan, ketika proses evakuasi selesai, nama Gita tercatat sebagai salah satu dari 15 korban meninggal dunia.

Sejak saat itu, ia tak lagi menunggu kereta berikutnya. Ia tak lagi mengejar jadwal kuliah. Ia tak lagi mengirim pesan bahwa dirinya sebentar lagi tiba. Yang tersisa adalah cerita tentang seorang gadis 20 tahun yang punya banyak rencana.

Tentang seseorang yang malam itu hanya ingin sampai Cibitung, tetapi diam-diam juga ingin sampai Anfield.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah

Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:47 WIB

Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI

Viral Debat Panas Bapak-Bapak vs Petugas Saat Kecelakaan KRL, Pertanyakan Sistem Mitigasi KAI

Entertainment | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur

Identitas 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 08:06 WIB

Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi

Irfan Hakim Ungkap Duka atas Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Bagikan Detik-Detik Mencekam dari Lokasi

Entertainment | Rabu, 29 April 2026 | 09:05 WIB

Kemenhub Gali Pelanggaran Green SM, Berpotensi Dapat Sanksi

Kemenhub Gali Pelanggaran Green SM, Berpotensi Dapat Sanksi

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

×