Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya

Farah Nabilla

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:15 WIB
Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya
Ilustrasi Ki Hajar Dewantara (suara.com/Dok. Shutterstock)
baca 10 detik
  • Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tahun 1889 dan berjuang melawan ketidakadilan kolonial melalui tulisan kritis.
  • Ia mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922 untuk menyediakan akses pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat pribumi.
  • Pemerintah Indonesia menetapkan beliau sebagai Bapak Pendidikan Nasional atas kontribusi membangun sistem pendidikan nasional pasca kemerdekaan.

Suara.com - Banyak orang bertanya, kenapa Ki Hajar Dewantara dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Jawabannya berkaitan erat dengan perjuangannya membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi pada masa penjajahan, gagasan pendidikannya yang maju, serta jasanya mendirikan lembaga pendidikan nasional.

Nama Ki Hajar Dewantara sangat lekat dengan dunia pendidikan Indonesia. Bahkan, hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei. Berikut sejarah lengkapnya.

Lahir dari Kalangan Bangsawan, Memilih Membela Rakyat

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Ia berasal dari lingkungan bangsawan Keraton Yogyakarta.

Meski berasal dari keluarga terpandang, Soewardi justru menaruh perhatian besar pada nasib rakyat pribumi yang saat itu sulit memperoleh pendidikan layak di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Pada masa itu, sekolah berkualitas lebih mudah diakses kaum Eropa dan kalangan elite, sementara rakyat biasa memiliki kesempatan sangat terbatas.

Aktif Menulis dan Menentang Penjajahan

Sebelum dikenal sebagai tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara aktif sebagai wartawan dan penulis. Tulisannya tajam mengkritik ketidakadilan kolonial.

Salah satu tulisan paling terkenal berjudul Als Ik Een Nederlander Was atau Seandainya Aku Seorang Belanda yang terbit pada 1913.

baca juga

Tulisan itu menyindir pemerintah kolonial yang ingin merayakan kemerdekaan Belanda di tanah jajahan sambil menindas rakyat Indonesia.

Karena tulisan tersebut, ia diasingkan ke Belanda bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo, yang dikenal sebagai Tiga Serangkai.

Ki Hajar Dewantara (disdikbud.acehtengahkab.go.id)
Ki Hajar Dewantara (disdikbud.acehtengahkab.go.id)

Belajar Sistem Pendidikan Modern

Saat berada di Belanda, Ki Hajar Dewantara mempelajari ilmu pendidikan dan gagasan sekolah modern di Eropa. Dari sana, ia memahami bahwa pendidikan adalah alat penting untuk membangun kesadaran bangsa dan membebaskan masyarakat dari kebodohan.

Sekembalinya ke tanah air, ia memilih fokus memperjuangkan pendidikan nasional.

Mendirikan Taman Siswa

Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta.

Sekolah ini didirikan agar rakyat Indonesia, terutama pribumi, bisa memperoleh pendidikan yang bermutu, terjangkau, dan menanamkan rasa kebangsaan.

Berbeda dengan sistem kolonial, Taman Siswa menekankan:

  • Pendidikan untuk semua golongan
  • Pembentukan karakter dan budi pekerti
  • Cinta tanah air
  • Kemandirian berpikir
  • Kebudayaan nasional

Inilah tonggak penting yang membuatnya dikenang sebagai pelopor pendidikan nasional.

Pencetus Filosofi Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara juga mewariskan semboyan terkenal:

Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan)

Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat)

Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan)

Semboyan Tut Wuri Handayani kemudian menjadi motto pendidikan Indonesia hingga kini.

Gagasan pendidikannya menempatkan guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembimbing yang memerdekakan murid.

Menjadi Menteri Pendidikan Pertama

Setelah Indonesia merdeka, Ki Hajar Dewantara dipercaya menjadi Menteri Pengajaran pertama dalam kabinet Republik Indonesia.

Perannya sangat besar dalam merintis sistem pendidikan nasional di masa awal kemerdekaan.

Resmi Dijuluki Bapak Pendidikan Nasional

Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menetapkan Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tanggal lahirnya, 2 Mei, juga ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Penghargaan ini diberikan karena perjuangannya membuka akses pendidikan bagi seluruh rakyat dan meletakkan dasar pendidikan Indonesia modern.

Ki Hajar Dewantara dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia karena ia tidak hanya mendirikan sekolah untuk rakyat, tetapi juga memperjuangkan hak belajar bagi semua orang, menciptakan filosofi pendidikan nasional, serta membantu membangun sistem pendidikan setelah merdeka.

Warisannya masih terasa hingga sekarang di sekolah-sekolah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara? Ini Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha hingga Tut Wuri Handayani

Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara? Ini Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha hingga Tut Wuri Handayani

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:59 WIB

50 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia 2026 yang Semangat dan Bermutu Sesuai Tema

50 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia 2026 yang Semangat dan Bermutu Sesuai Tema

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:47 WIB

Pedoman Hardiknas 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Sesuai Kemendikdasmen

Pedoman Hardiknas 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Sesuai Kemendikdasmen

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:47 WIB

Teks Ikrar Pelajar Indonesia, Dibaca saat Upacara Hardiknas 2026

Teks Ikrar Pelajar Indonesia, Dibaca saat Upacara Hardiknas 2026

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:24 WIB

Upacara Hardiknas 2026 Pakai Baju Apa? Ini Ketentuannya dari Kemendikdasmen

Upacara Hardiknas 2026 Pakai Baju Apa? Ini Ketentuannya dari Kemendikdasmen

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 06:59 WIB

30 Contoh Ucapan Hari Pendidikan Nasional Untuk Guru yang Menyentuh

30 Contoh Ucapan Hari Pendidikan Nasional Untuk Guru yang Menyentuh

Lifestyle | Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×