Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya

Ruth Meliana

Selasa, 05 Mei 2026 | 13:25 WIB
Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya
ilustrasi virus (freepik/wirestock)
baca 10 detik
  • Hantavirus adalah virus zoonotik dari hewan pengerat yang menyebabkan sindrom pernapasan atau gangguan ginjal serius pada manusia.
  • Kementerian Kesehatan melaporkan delapan kasus HFRS di empat provinsi Indonesia pada Juni 2025 dengan tingkat kesembuhan total.
  • Penanganan medis suportif yang cepat serta kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien hantavirus.

Suara.com - Hantavirus merupakan kelompok virus yang termasuk dalam keluarga hantaviridae dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Virus ini zoonotik, artinya ditularkan dari hewan, khususnya rodent seperti tikus, ke manusia.

Pertanyaan utama yang sering muncul adalah: bisakah manusia bertahan hidup dari hantavirus?

Jawabannya ya, meskipun peluang bertahan hidup sangat bergantung pada jenis virus, kondisi kesehatan pasien, dan kecepatan penanganan medis.

Ada dua sindrom utama yang disebabkan hantavirus: Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

HPS lebih umum di Amerika dan menyerang paru-paru serta jantung, dengan tingkat kematian sekitar 35-40 persen.

Sementara HFRS, yang lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, memengaruhi ginjal dan memiliki tingkat kematian lebih rendah, yaitu kurang dari 1 persen hingga 15 persen tergantung strain virus.

Di Indonesia, kasus Hantavirus, terutama tipe HFRS, mulai terdeteksi melalui surveilans.

Pada Juni 2025, Kementerian Kesehatan melaporkan 8 kasus di empat provinsi: DI Yogyakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Semua pasien berhasil sembuh sepenuhnya.

Hal ini menunjukkan bahwa dengan penanganan yang tepat, peluang kesembuhan sangat tinggi.

baca juga

Gejala dan Perkembangan Penyakit Hantavirus

Gejala awal infeksi hantavirus biasanya muncul 1-8 minggu setelah paparan.

Gejala prodromal meliputi demam tinggi, kelelahan ekstrem, nyeri otot (terutama di paha, pinggul, dan punggung), sakit kepala, pusing, menggigil, mual, muntah, diare, dan sakit perut. Gejala ini mirip flu biasa, sehingga sering terlambat didiagnosis.

Pada fase lanjut HPS, pasien mengalami batuk kering yang cepat berkembang menjadi sesak napas parah karena cairan memenuhi paru-paru atau edema paru non-kardiogenik. Tekanan darah turun, detak jantung tidak teratur, dan bisa menuju syok serta gagal multi-organ.

Pada HFRS, gejala utama adalah gangguan ginjal, perdarahan, dan proteinuria. Tanpa penanganan intensif, fase kritis ini bisa berakibat fatal dalam 24-48 jam.

Pengobatan dan Peluang Bertahan Hidup dari Hantavirus

Tidak ada obat antiviral spesifik atau vaksin untuk Hantavirus. Pengobatan bersifat suportif, yaitu perawatan di rumah sakit, terutama ICU.

Pasien mungkin memerlukan oksigen, ventilator mekanik, cairan intravena, dan pemantauan ketat fungsi jantung serta ginjal.

Deteksi dini dan perawatan suportif yang cepat secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.

Banyak pasien yang selamat dari fase kritis bisa pulih sepenuhnya dalam beberapa minggu hingga bulan tanpa komplikasi jangka panjang.

Faktor yang memengaruhi kesembuhan meliputi usia, kondisi imun, dan komorbiditas.

Di Amerika Serikat, sekitar 60-65 persen pasien HPS bertahan hidup dengan perawatan modern.

Kasus di Indonesia yang semuanya sembuh membuktikan bahwa sistem kesehatan kita mampu menanganinya jika terdeteksi cepat.

Pencegahan: Kunci Utama melawan Hantavirus

Karena tidak ada pengobatan khusus, pencegahan adalah strategi terbaik. Hantavirus ditularkan melalui inhalasi aerosol urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, serta kontak langsung atau gigitan.

Langkah pencegahan meliputi:

  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, terutama gudang, lumbung, dan area lembab.
  • Menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, dan membuang sampah secara rutin.
  • Membersihkan kotoran tikus dengan disinfektan (bukan sapu kering yang bisa menyebarkan debu).
  • Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berisiko.
  • Menghindari kontak dengan rodent liar, terutama di daerah pedesaan atau hutan.

Pada intinya, manusia bisa bertahan hidup dari infeksi hantavirus, bahkan dari jenis yang paling berat sekalipun. Tingkat kematian yang tinggi bukan berarti selalu fatal; banyak pasien pulih total berkat intervensi medis tepat waktu.

Di Indonesia, kasus yang dilaporkan hingga kini menunjukkan hasil positif. Namun, karena virus ini berpotensi muncul di berbagai daerah akibat interaksi manusia-hewan yang semakin dekat, kesadaran masyarakat dan kewaspadaan dini menjadi sangat penting.

Jaga kebersihan, waspadai tanda bahaya setelah kontak dengan rodent, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala flu yang disertai sesak napas. Pencegahan tetap yang paling ampuh melawan ancaman hantavirus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar

Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:43 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB

Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:13 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×