7 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Aman, Orangtua Perlu Perhatikan Hal Ini Demi Keamanan Anak

Yasinta Rahmawati

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:35 WIB
7 Tips Memilih Pondok Pesantren yang Aman, Orangtua Perlu Perhatikan Hal Ini Demi Keamanan Anak
Ilustrasi santriwati di pondok pesantren. (Magnific)
baca 10 detik
  • Kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, memicu amarah publik.
  • Kasus ini menjadi pengingat orangtua terkait keamanan pendidikan berbasis agama.
  • Orangtua wajib memeriksa legalitas, rekam jejak, transparansi komunikasi, serta sistem perlindungan anak di setiap lembaga pendidikan pesantren.

Suara.com - Pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, kembali menghentak publik.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus serupa di lingkungan pendidikan berbasis agama, yang seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak untuk belajar.

Kenyataan pahit ini menimbulkan dilema bagi orangtua. Di satu sisi ingin memberikan pendidikan agama terbaik, namun di sisi lain ada rasa was-was akan keselamatan buah hati.

Lantas, bagaimana cara memilih pondok pesantren yang benar-benar aman? Berikut adalah panduan komprehensif bagi orangtua.

1. Cek Legalitas dan Izin Operasional

Langkah pertama yang paling mendasar adalah memastikan pesantren tersebut terdaftar secara resmi di Kementerian Agama (Kemenag). Pesantren yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) berada di bawah pengawasan pemerintah.

Jika terjadi sesuatu, jalur koordinasi dan pertanggungjawabannya lebih jelas. Hindari lembaga yang menutup diri dari pemantauan otoritas pendidikan setempat.

2. Amati Pola Komunikasi dan Transparansi

Pesantren yang aman adalah pesantren yang terbuka. Waspadailah pesantren yang terlalu membatasi komunikasi antara santri dan orangtua secara ekstrem dalam jangka waktu yang sangat lama.

baca juga

Pesantren yang sehat akan memberikan akses informasi yang jelas mengenai kegiatan santri dan memiliki sistem pelaporan jika anak mengalami kendala fisik maupun psikis.

3. Periksa Rekam Jejak dan Reputasi

Jangan hanya terpukau oleh kemegahan gedung atau populernya nama sang kiai. Lakukan riset mendalam.

Bertanyalah kepada wali santri yang anaknya masih belajar di sana atau kepada para alumni. Cari tahu bagaimana pesantren tersebut menangani konflik atau masalah disiplin di masa lalu.

Rekam jejak digital saat ini sangat membantu untuk melihat apakah ada isu miring yang pernah menerpa lembaga tersebut.

4. Adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) Perlindungan Anak

Pesantren yang baik di era modern seharusnya sudah memiliki konsep "Pesantren Ramah Anak". Tanyakan kepada pengelola beberapa hal berikut:

  • Bagaimana sistem pengawasan di asrama?
  • Apakah ada CCTV di area-area publik?
  • Apakah ada kanal pengaduan jika santri merasa tidak nyaman atau mengalami pelecehan?
  • Bagaimana latar belakang para pengajar dan pengasuhnya?

Pesantren yang memiliki kesadaran akan isu kekerasan seksual biasanya memiliki aturan ketat mengenai interaksi antara pengajar dan santri, terutama di ruang-ruang privat.

5. Hindari Budaya "Kultus" Berlebihan

Dalam dunia pesantren, menghormati guru (takzim) adalah kewajiban. Namun, waspadalah jika penghormatan tersebut berubah menjadi kepatuhan buta yang tidak logis.

Kekerasan seksual sering kali berlindung di balik doktrin "berkah" atau "kepatuhan total kepada guru". Pilihlah pesantren yang tetap mengedepankan logika sehat dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan di atas dalih-dalih spiritual yang menyimpang.

6. Perhatikan Lingkungan dan Fasilitas

Saat berkunjung (survei), perhatikan kondisi asramanya. Apakah ada sekat yang jelas antara area privat dan umum? Bagaimana pengawasan saat jam-jam rawan seperti malam hari?

Pastikan ada pendamping (ustadz/ustadzah) yang tinggal berdekatan dengan santri untuk melakukan pengawasan rutin.

7. Dengarkan Intuisi Anak

Libatkan anak dalam proses memilih. Perhatikan reaksinya saat diajak berkunjung.

Jika anak merasa tidak nyaman atau ketakutan tanpa alasan yang jelas, jangan abaikan perasaan tersebut. Keamanan anak dimulai dari kenyamanan mereka sendiri terhadap lingkungan tempat mereka akan tinggal.

Kesimpulan

Menitipkan anak ke pesantren adalah bentuk kepercayaan besar. Namun, kepercayaan (trust) harus dibarengi dengan verifikasi (verify).

orangtua tidak boleh lepas tangan sepenuhnya setelah anak masuk ke gerbang pesantren.

Komunikasi yang intens dan kepekaan terhadap perubahan perilaku anak adalah benteng terakhir untuk melindungi mereka dari predator yang bisa saja bersembunyi di balik jubah pendidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati

7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:11 WIB

Terkini

KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi

KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi

News | Senin, 21 September 2026 | 19:18 WIB

Heboh Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby: Ketika Selisih Usia Jadi Cermin Standar Ganda Kita

Heboh Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby: Ketika Selisih Usia Jadi Cermin Standar Ganda Kita

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:15 WIB

Stigma Tubuh Perempuan dan Warisan Tabu dalam Bahasa Sehari-hari

Stigma Tubuh Perempuan dan Warisan Tabu dalam Bahasa Sehari-hari

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:15 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Tanpa Ujian, Status Jadi PNS dengan Tes

Guru PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu Tanpa Ujian, Status Jadi PNS dengan Tes

Riau | Senin, 21 September 2026 | 19:13 WIB

Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka

Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Dunia Seni dan Hiburan Jogja Berduka

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 19:13 WIB

Posisi Kasur Lesehan di Lantai Menurut Feng Shui Aman atau Tidak? Ini Penataannya

Posisi Kasur Lesehan di Lantai Menurut Feng Shui Aman atau Tidak? Ini Penataannya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 19:10 WIB

Bahlil Tindaklanjuti Rencana Batu Bara Jadi Bensin untuk Kurangi Impor

Bahlil Tindaklanjuti Rencana Batu Bara Jadi Bensin untuk Kurangi Impor

Video | Senin, 21 September 2026 | 19:08 WIB

FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:05 WIB

Aturan Saham Rp1 Diterapkan per 28 September 2026

Aturan Saham Rp1 Diterapkan per 28 September 2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:02 WIB

Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis

Review Film Soulmate: Pahami Bahwa Belahan Jiwa Tak Selalu Kekasih Romantis

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:00 WIB

×