- Aliansi 40 ormas Islam melaporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri pada 4 Mei 2026.
- Ketiganya dituding melakukan penghasutan dan ujaran kebencian terkait penyuntingan video ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gadjah Mada.
- Laporan tersebut memicu perdebatan publik mengenai batasan kebebasan berekspresi serta potensi ancaman terhadap kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Suara.com - Grace Natalie Louisa kembali menjadi pusat perhatian. Baru-baru ini, namanya masuk dalam laporan polisi bersama Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda.
Setidaknya 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan ketiganya ke Bareskrim Polri pada 4 Mei 2026.
Laporan bernomor LP/B/185/V/2026 itu menuding mereka melakukan penghasutan, ujaran kebencian, serta mem-framing ceramah Jusuf Kalla (JK) melalui potongan video yang dinilai tidak utuh.
Kontroversi ini bermula dari video ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diunggah dengan narasi tertentu. Para pelapor menilai konten tersebut berpotensi menyesatkan publik dan memicu keresahan antarumat beragama.
Barang bukti berupa flashdisk juga diserahkan ke kepolisian. Hingga kini, belum ada respons resmi mendalam dari Grace Natalie, meski PSI memanggilnya untuk klarifikasi internal.
Latar Belakang Keluarga Grace Natalie
Siapa sebenarnya Grace Natalie?
Ia lahir di Jakarta pada 4 Juli 1982 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Brata Ngadiman dan ibunya Anna Clementine.
Grace berasal dari keluarga dengan latar belakang beragam. Dari pihak ibu, ada cerita buyut yang tinggal di Bangka sejak lama.
Hasil tes DNA yang pernah ia bagikan menunjukkan dirinya memiliki sedikit gen India dan Afghanistan, meski secara fisik sering diasosiasikan dengan keturunan Tionghoa.
Grace menempuh pendidikan di SMAK 3 BPK Penabur Jakarta, kemudian melanjutkan ke Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie.
Sebelum terjun ke politik, ia dikenal sebagai jurnalis dan presenter berita. Karier politiknya melejit saat mendirikan dan memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSI dan kini menjabat Sekretaris Dewan Pembina.
Grace menikah dengan Kevin Osmond dan dikaruniai dua anak.
Keluarganya dikenal mendukung aktivitas politiknya, meski kerap menuai pro dan kontra karena sikap PSI yang progresif dan sekuler.
Kontroversi yang Kerap Menyertai
Grace Natalie bukan sosok baru dalam kontroversi. Sejak PSI berdiri, ia sering vokal soal isu toleransi, penolakan perda berbasis agama (seperti perda syariah), serta penolakan poligami.