- Menjelang Iduladha 2026, permintaan sapi meningkat sehingga menyebabkan fluktuasi harga.
- Masyarakat perlu menyesuaikan anggaran dengan daftar kisaran harga sapi jenis Simental, Limosin, maupun sapi putih lokal.
- Calon pembeli wajib memastikan kesehatan fisik, usia minimal dua tahun, serta bobot ideal sesuai ketentuan syariat.
Tips Memilih Sapi Kurban untuk Iduladha
Memilih sapi kurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain mempertimbangkan harga, kondisi hewan juga harus memenuhi syariat agar ibadah kurban sah dan berkah.
1. Perhatikan Kondisi Fisik Sapi
Pastikan sapi yang dipilih sehat dan tidak cacat. Periksa bagian mata, hidung, kaki, kulit, serta tubuh sapi secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada luka maupun penyakit.
Sapi yang sehat biasanya memiliki mata cerah, bulu bersih, dan gerakan aktif. Hindari membeli sapi yang terlihat lemas atau mengalami gangguan fisik.
2. Pastikan Usia Sapi Sudah Memenuhi Syarat
Dalam syariat Islam, sapi untuk kurban minimal berusia 2 tahun. Pembeli dapat meminta informasi usia sapi kepada peternak atau penjual agar tidak keliru saat memilih.
Usia sapi biasanya dapat diketahui melalui catatan peternakan maupun pemeriksaan gigi ternak. Hal ini penting agar hewan kurban memenuhi ketentuan ibadah.
3. Pilih Bobot Sapi yang Ideal
Sapi dengan bobot ideal umumnya memiliki kualitas daging lebih baik. Pilih sapi yang tubuhnya proporsional dan tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk.
Bobot sapi juga memengaruhi jumlah daging yang akan dibagikan kepada penerima kurban. Karena itu, banyak masyarakat memilih sapi berukuran sedang hingga besar.
4. Amati Perilaku Sapi
Perilaku sapi dapat menjadi tanda kondisi kesehatannya. Sapi yang sehat biasanya aktif bergerak, memiliki nafsu makan baik, dan responsif terhadap lingkungan sekitar.
Sebaliknya, sapi yang terlihat lesu atau tidak bertenaga sebaiknya dihindari. Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi hewan sedang sakit atau tidak fit.