- Presiden Prabowo Subianto mengenakan Barong Tagalog khas Filipina saat menghadiri Gala Dinner KTT Ke-48 ASEAN di Cebu.
- Barong Tagalog merupakan simbol kehormatan, kebebasan, dan keanggunan nasional masyarakat Filipina yang terbuat dari serat alam.
- Perpaduan struktur Barong dan motif Batik menjadi instrumen diplomasi budaya yang mempererat hubungan bilateral Indonesia-Filipina.
Penggunaan busana tradisional tuan rumah oleh kepala negara tamu merupakan bentuk penghormatan tertinggi (cultural respect).
Dengan menambahkan unsur batik, Presiden Prabowo tidak hanya menghargai tradisi Filipina, tetapi juga membawa identitas bangsa Indonesia ke panggung dunia.
Jauh sebelumnya, Barong Tagalog menarik perhatian internasional ketika para pemimpin seperti Presiden AS Bill Clinton mengenakannya selama KTT APEC di Filipina pada tahun 1996, yang menunjukkan signifikansi diplomatiknya.