- Dewan juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Pontianak menuai kritik karena ketidakkonsistenan penilaian terhadap jawaban peserta.
- Publik mempertanyakan profesionalitas juri setelah adanya perbedaan penilaian atas jawaban serupa dari SMAN 1 Pontianak dan Sambas.
- Pimpinan MPR RI menyampaikan permohonan maaf serta berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme perlombaan.
Suara.com - Sosok juri dalam lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Pontianak, Kalimantan Barat, tengah menjadi sorotan publik. Dewan juri dianggap memberikan keputusan berbeda terhadap jawaban yang dinilai sama antara regu C dari SMAN 1 Pontianak dan regu B dari SMAN 1 Sambas.
Dalam potongan video yang beredar, jawaban dari regu C dinyatakan salah oleh juri. Namun, saat regu lain memberikan jawaban serupa, jawaban tersebut justru dinilai benar.
Situasi semakin memanas ketika salah satu juri menyebut artikulasi peserta dari regu C kurang jelas sehingga jawaban dianggap tidak sesuai.
Akibat kejadian itu, publik ramai mempertanyakan profesionalitas dewan juri dan penyelenggaraan lomba. Nama-nama juri hingga pembawa acara atau MC dalam kegiatan tersebut pun ikut menjadi perhatian warganet.
Lantas, siapa saja juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang viral tersebut?
Daftar Juri Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI
Berdasarkan informasi yang beredar dalam acara tersebut, berikut nama-nama dewan juri yang bertugas:
1. Indri Wahyuni, S.IP., M.A
2. Dra. Triyatni
3. Dyastasita WB, S.Sos.
MPR RI Minta Maaf dan Janji Evaluasi Total
Menanggapi polemik yang viral tersebut, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2026).
Ia menyebut MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan, termasuk mekanisme penilaian, tata suara, hingga kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegas Akbar.