Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB
Fakta Sidang Isbat: Kenapa Idul Adha Bisa Kompak tapi Idul Fitri Beda Hari?
Hilal Idul Adha 2026. (AI)
baca 10 detik
  • Kementerian Agama menyelenggarakan sidang isbat sejak 1963 untuk menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan metode hisab dan rukyat.
  • Perbedaan penentuan Idul Fitri terjadi karena adanya perbedaan kriteria visibilitas hilal antara metode wujudul hilal dan MABIMS.
  • Idul Adha cenderung dirayakan secara serentak karena posisi hilal telah memenuhi kriteria seluruh pihak secara astronomis.

Suara.com - Sidang isbat adalah forum resmi Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal (Idul Fitri), dan Zulhijah (Idul Adha).

Sejak dilembagakan lewat Keputusan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 1963, sidang ini menjadi agenda rutin nasional. Namun, publik sering bertanya: mengapa Idul Fitri kerap berbeda harinya antar ormas, sementara Idul Adha hampir selalu kompak?

Sejarah Singkat Sidang Isbat

Sidang isbat pertama kali digelar sekitar dekade 1950-an, dengan beberapa catatan menyebut tahun 1962 sebagai awal resmi. Tujuannya jelas: menyatukan penetapan hari besar Islam.

Untuk Idul Adha, sidang dilakukan setiap 29 Zulhijah guna memastikan awal bulan dan menentukan 10 Zulhijah sebagai hari raya kurban.

Akar Perbedaan: Hisab vs Rukyat

Perbedaan muncul dari metode penentuan awal bulan:

  • Hisab: perhitungan astronomi yang digunakan Muhammadiyah. Dengan metode ini, tanggal bisa ditentukan jauh hari.
  • Rukyat: pengamatan langsung hilal setelah matahari terbenam, dipakai NU.
  • Pemerintah: menggabungkan keduanya melalui hisab imkanur rukyat, lalu menunggu laporan rukyat di lapangan.

Kriteria MABIMS: Standar Regional

Dikutip dari RRI, negara-negara MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) menyepakati kriteria visibilitas hilal sejak 2022:

baca juga
  • Ketinggian minimal 3 derajat.
  • Elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun, Muhammadiyah tetap memakai kriteria wujudul hilal: cukup jika bulan sudah di atas ufuk, tanpa syarat tambahan.

Foto udara umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha 1446 H di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Jumat (6/6/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]
Foto udara umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha 1446 H di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Jumat (6/6/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]

Mengapa Idul Fitri Lebih Sering Beda

Pada akhir Ramadan, posisi hilal sering berada di kondisi “kritis”: rendah atau elongasi kecil.

  • Bagi Muhammadiyah, karena hilal sudah di atas ufuk, 1 Syawal ditetapkan keesokan harinya.
  • Bagi NU dan pemerintah, karena hilal belum memenuhi kriteria MABIMS, Ramadan digenapkan 30 hari.

Contoh nyata adalah potensi perbedaan Idul Fitri 2026: Muhammadiyah menetapkan 20 Maret, sementara pemerintah dan NU 21 Maret.

Mengapa Idul Adha Lebih Kompak

Sebaliknya, pada akhir Zulkaidah posisi hilal biasanya sudah tinggi dan jelas memenuhi semua kriteria. Data astronomi menjelang Idul Adha 2026 menunjukkan tinggi hilal 3,29–6,95 derajat dengan elongasi 8,91–10,62 derajat.

  • Kriteria wujudul hilal terpenuhi.
  • Kriteria imkanur rukyat juga terpenuhi.

Karena semua pihak sepakat, Idul Adha hampir selalu dirayakan serentak.

Jadi, perbedaan Idul Fitri berakar dari kondisi hilal yang sering “abu-abu” dan interpretasi metode yang berbeda. Sementara Idul Adha lebih kompak karena posisi hilal biasanya sudah jelas dan memenuhi standar semua pihak.

Kalau kamu tertarik, kita bisa bahas lebih lanjut soal sejarah sidang isbat, kriteria MABIMS terbaru, atau perbedaan hisab dan rukyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sidang Isbat Idul Adha 2026 Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal dan Link-nya

Sidang Isbat Idul Adha 2026 Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal dan Link-nya

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 08:51 WIB

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Keutamaan, Tata Cara, dan Hal yang Membatalkan

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026: Keutamaan, Tata Cara, dan Hal yang Membatalkan

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:25 WIB

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuannya

1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuannya

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:47 WIB

Terkini

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

APNI Minta Bursa Mineral Prioritaskan Produsen Nasional dan Transaksi Fisik

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

Bukan Cuma Angkut Orang, Perpres Ojol Akan Atur Tarif Barang dan Makanan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

Minta Polisi Buka Barikade, Mahasiswa: Bapak Nggak Capek Lindungi Pejabat yang Enak di Istana?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:16 WIB

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

RAPBN 2027: Purbaya Turunkan Target Setoran Bea Cukai Jadi Rp 316,6 Triliun, Minus Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Publik Speaking Namora Siahaan BEM UI Bikin Publik Terkagum-kagum Wapres Kena Senggol

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Selamat! Dikta eks Yovie And Nuno Resmi Menikah

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

×