-
Pidato Presiden Prabowo tetapkan target ekonomi tahun 2027 sebesar 6,5 persen.
-
Pidato Presiden Prabowo ungkap kebocoran kekayaan negara mencapai Rp14.000 triliun lebih.
-
Kebijakan baru dalam pidato Presiden Prabowo wajibkan ekspor strategis lewat BUMN.
Guna menghentikan kebocoran tersebut, Prabowo mengeluarkan kebijakan tegas bahwa ekspor komoditas strategis seperti Minyak Kelapa Sawit (CPO), Batubara, dan Paduan Besi (Ferro Alloys) wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk.
"Kita tidak mau dibohongi lagi. Kita harus tahu persis berapa kekayaan yang kita jual. Jika negara lain seperti Arab Saudi dan Malaysia bisa mengelola sumber daya mereka dengan benar, kenapa kita tidak?" ujarnya.
4. Janji untuk Nelayan, Guru, dan Rakyat Kecil
Prabowo menekankan pentingnya intervensi negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat:
Desa Nelayan: Pemerintah akan membangun 5.000 desa nelayan dalam 3 tahun ke depan, lengkap dengan pabrik es, cold storage, dan SPBU khusus nelayan.
Gaji Guru dan Hakim: Prabowo mengklaim telah menaikkan gaji guru dan hakim secara signifikan untuk mencegah praktik suap dan meningkatkan kualitas SDM.
Makan Bergizi Gratis (MBG): Saat ini sudah dinikmati oleh 62,4 juta jiwa, termasuk balita dan ibu hamil.
5. Peringatan Keras untuk Koruptor
Presiden memberikan peringatan keras kepada birokrat dan aparat (TNI/Polri) yang masih mencoba bermain-main dengan hukum atau menjadi 'backing' kegiatan ilegal.
Prabowo mengancam akan menggunakan teknologi militer terbaru, termasuk radar dan satelit untuk memantau kekayaan ilegal di bawah tanah atau perkebunan tersembunyi.
"Jangan main-main dengan teknologi. Rakyat sekarang sudah pintar, kalau ada aparat tidak beres, silakan divideokan dan lapor langsung ke saya," tegasnya.
6. Apresiasi untuk PDIP
Di akhir pidatonya, Prabowo secara khusus menyapa fraksi PDI Perjuangan.
Ia menghormati keputusan PDIP untuk tetap berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan kontrol (check and balances).
"Saya paham PDIP berkorban berada di luar pemerintah. Terima kasih atas kritiknya yang keras, karena itu menyelamatkan dan mengingatkan kami," tutup Prabowo yang disambut tepuk tangan anggota dewan.