- Sejumlah faktor bisa membuat baju melar setelah keluar dari mesin cuci.
- Bisa karena teknik pencucian, suhu air yang tidak tepat, atau putaran mesin yang terlalu kuat.
- Untuk menghindarinya, ada acara mencuci baju di mesin cuci agar tidak melar.
Suhu air sangat berpengaruh pada elastisitas kain. Air panas cenderung membuat serat kain menjadi lebih rileks dan mudah meregang (atau bahkan menyusut pada bahan tertentu).
Mencuci dengan air dingin adalah cara paling aman untuk menjaga struktur serat kain tetap rapat dan kuat.
6. Atur Kecepatan Putar (Spin Speed) ke Rendah
Putaran mesin cuci yang terlalu kencang saat proses pemerasan (spinning) akan menarik serat kain ke arah luar akibat gaya sentrifugal.
Jika mesin cuci Anda memiliki pengaturan manual, turunkan kecepatan spin-nya agar baju tidak diperas terlalu keras.
7. Jangan Mengisi Mesin Cuci Terlalu Penuh
Memasukkan terlalu banyak baju ke dalam mesin cuci membuat pakaian tidak memiliki ruang untuk bergerak. Akibatnya, pakaian akan saling melilit dengan kuat.
Saat Anda menarik baju yang terlilit keluar dari mesin, di situlah risiko baju menjadi melar sangat besar.
8. Teknik Menjemur yang Benar
Penyebab baju melar tidak hanya saat dicuci, tapi juga saat dijemur.
Jangan menggunakan gantungan baju (hanger) untuk baju yang berat dalam keadaan basah seperti sweater atau kaos rajut). Berat air akan menarik pundak baju ke bawah sehingga melar.
Selain itu, jemur secara mendatar (flat dry) di atas permukaan bersih atau gunakan rak jemuran datar agar beban air merata dan tidak merusak bentuk baju.
Menjaga baju tetap awet di mesin cuci sebenarnya tidak sulit asal kita memperhatikan detailnya. Dengan cara-cara di atas, Anda bisa memastikan pakaian kesayangan tidak melar.