-
Hari Tasyrik jatuh pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setelah Idul Adha.
-
Umat Muslim dilarang berpuasa dan diwajibkan menikmati hidangan serta memperbanyak zikir.
-
Nama Tasyrik berasal dari tradisi kuno umat Islam menjemur daging kurban.
2. Waktu Penyembelihan
Pendapat lain menyebutkan karena ritual penyembelihan hewan kurban baru boleh dilakukan setelah matahari terbit.
Karena itu, larangan puasa di Hari Tasyrik berkaitan erat dengan perintah untuk mensyukuri nikmat pangan.
Rasulullah SAW menyebut hari ini sebagai waktu untuk makan dan minum.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum." (HR. An-Nasa’i).
Oleh karena itu, Hari Tasyrik adalah momen tepat untuk menikmati olahan daging kurban bersama keluarga dan kerabat.
Hikmah Hari Tasyrik
Hari Tasyrik mengajarkan kita bahwa hidup bukan hanya soal mengejar urusan duniawi atau bekerja tanpa henti.
Hari-hari ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, bersyukur, dan berbagi.
Lebih dari sekadar makan-makan, semangat Hari Tasyrik adalah perpanjangan spirit Idul Adha, yaitu menyembelih hawa nafsu demi ketaatan serta kedermawanan kepada sesama.