-
Durasi takbir Idul Adha berlangsung selama lima hari hingga akhir hari Tasyrik.
-
Berbeda dengan Idul Fitri, durasi takbir Idul Adha meliputi dua jenis takbiran.
-
Hukum mengumandangkan takbir sesuai durasi takbir Idul Adha adalah sunnah muakkadah.
Suara.com - Hari ini, seluruh umat Islam tengah menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada 27 Mei 2026.
Takbir Hari Raya Idul Adha pun masih berkumandang, meskipun umat Islam telah menjalani seholat eid.
Gema takbir ini salah sati tradisi yang paling dinantikan umat Muslim adalah momen takbiran yang penuh dengan suasana kebersamaan dan rasa syukur.
Namun, sering kali orang bertanya-tanya gema takbir Idul Adha ini masih terus berlangsung setelah sholat eid atau cukup semalam seperti Hari Raya Idul Fitri.
Durasi Takbir Hari Raya Idul Adha
![Miniatur masjid diarak untuk pawai takbiran idulfitri 1447 H di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram [Suara.com/Buniamin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/21/65503-takbiran.jpg)
Berbeda dengan Idul Fitri dilansir dari lama Baznas, takbiran Idul Adha memiliki durasi yang lebih panjang.
Berdasarkan kajian para ulama yang merujuk pada Surat Al-Hajj ayat 28 dan berbagai hadits, takbiran Idul Adha dilakukan selama 5 hari.
Waktu pelaksanaannya dimulai sejak subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu Ashar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).
Hal ini didasarkan pada pendapat Imam Ahmad, Abu Saur, dan Sufyan Saury yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari istimewa tersebut.
Mengenal Dua Jenis Takbiran
Dalam pelaksanaannya, takbiran Idul Adha terbagi menjadi dua jenis berdasarkan waktu dan tempatnya:
1. Takbir Mursal
Takbir ini adalah lantunan takbir yang bisa dikumandangkan di mana saja dan kapan saja, tidak terikat waktu salat. Anda bisa bertakbir di jalan, di rumah, pasar, atau masjid.
Waktunya cukup panjang, yakni dimulai sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah).
2. Takbir Muqayyad
Takbir ini khusus dilakukan setiap selesai melaksanakan salat fardu, baik secara berjamaah maupun sendirian.
Waktunya dimulai sejak Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga waktu Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Hukum dan Sejarah Takbiran
Perlu diketahui, hukum mengumandangkan takbir pada Hari Raya Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan meskipun tidak wajib.
Tradisi ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dahulu, Nabi dan para sahabat sering mengumandangkan takbir di tempat terbuka seperti pasar untuk mengumumkan kedatangan hari raya kepada masyarakat luas sekaligus menyatukan hati umat dalam kegembiraan iman.
Keistimewaan Takbiran Idul Adha
Durasi takbiran yang lebih lama ini merupakan salah satu keistimewaan bulan Dzulhijjah.
Mengumandangkan takbir bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kemenangan iman dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT, terutama berkaitan dengan ibadah kurban.
Jadi, bagi Anda yang ingin meraih pahala sebanyak-banyaknya di hari istimewa ini, jangan ragu untuk terus mengumandangkan takbir sejak hari Arafah hingga hari Tasyrik berakhir.