Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?

Husna Rahmayunita, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 27 Mei 2026 | 10:55 WIB
Hitung-hitungan Anggaran Sapi Kurban Prabowo Rp100 M dari APBN, Per Ekor Tembus Rp91 Juta?
Sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (26/5/2026) malam. [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]
baca 10 detik
  • Kurban 1.098 sapi presiden di Idul Adha 2026 disorot karena pakai APBN.
  • Secara syariat, sapi APBN bukan kurban personal, melainkan sekadar program bantuan sosial pemerintah.
  • Rata-rata harga Rp91 juta per ekor dinilai tak wajar dibandingkan harga sapi di pasaran.

Suara.com - Penyaluran 1.098 ekor sapi senilai kurang lebih Rp 100 miliar oleh Presiden Prabowo Subianto memicu dua perdebatan besar di ruang publik.

Pertama, secara syariat fikih, hewan yang dibeli menggunakan uang rakyat (APBN) batal berstatus sebagai ibadah kurban personal, melainkan sebatas bantuan sembelihan sosial dari negara.

Namun, setelah perdebatan status agama selesai, muncul tanda tanya baru yang tak kalah krusial terkait logika anggaran: Bagaimana perhitungan 1.098 sapi bisa menelan biaya hingga Rp 100 miliar?

Mari kita bedah secara matematis dan bandingkan dengan harga riil sapi di pasaran.

1. Matematika Rp100 Miliar yang Menjadi Sorotan

Jika kita membagi total anggaran dengan jumlah sapi yang disalurkan, angka yang muncul cukup fantastis.

  • Total Anggaran: Rp100.000.000.000 (Rp100 Miliar)
  • Jumlah Sapi: 1.098 Ekor
  • Rata-rata Harga Per Ekor: Rp100.000.000.000 ÷ 1.098 = Rp91.074.681

Berdasarkan hitungan kasat mata, pemerintah seolah mematok rata-rata harga satu ekor sapi di kisaran Rp91 juta. Angka inilah yang memicu dahi berkerut, mengingat harga sapi di pasaran sangat jauh di bawah angka tersebut.

Sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (26/5/2026) malam. [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]
Sapi kurban Presiden Prabowo Subianto tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (26/5/2026) malam. [Suara.com/Cornelius Juan Prawira]

2. Cek Fakta: Harga Sapi di Pasaran Tidak Mencapai Rp 91 Juta Pukul Rata

Di pasar peternakan Indonesia, harga sapi sangat bervariasi bergantung pada jenis, bobot, dan daerah.

baca juga

Namun, harga rata-rata Rp91 juta per ekor terbilang tidak wajar jika dipukul rata untuk 1.098 ekor.

Berikut adalah estimasi harga pasar pada umumnya:

  • Sapi Standar (Bali, Madura, PO): Sapi dengan bobot 250 kg – 400 kg yang umum dijadikan hewan sembelihan massal biasanya dibanderol mulai dari Rp15 juta hingga Rp26 juta per ekor.
  • Sapi Premium/Super (Limousin, Simental): Sapi berukuran besar dengan bobot 600 kg – 800 kg berkisar di harga Rp35 juta hingga Rp60 juta.
  • Sapi Kelas "Jumbo/Monster" (> 1 Ton): Sapi primadona yang sering dibeli presiden untuk masjid-masjid besar di ibu kota provinsi memang bisa menyentuh angka Rp80 juta hingga Rp120 juta.

Pertanyaannya: Apakah 1.098 sapi yang disebar ke seluruh pelosok tersebut semuanya berjenis Limousin Jumbo dengan berat di atas 1 ton? Tentu sangat mustahil dari segi pasokan peternak lokal.

3. Tiga Kemungkinan di Balik Selisih Harga

Wamensesneg Juri Ardiantoro sebelumnya menyebutkan bahwa "harga sapi bervariasi menyesuaikan bobot dan lokasi". 

Mengacu hal tersebut, ada beberapa skenario yang mungkin menjelaskan mengapa rata-rata harganya menyentuh Rp 91 juta:

  • Biaya Operasional dan Logistik Tinggi: Angka Rp100 miliar mungkin bukan murni harga beli sapi, melainkan sudah termasuk biaya survei, karantina, perawatan, hingga pengiriman logistik ke wilayah-wilayah terpelosok di 38 provinsi yang menelan biaya besar.
  • Pagu Anggaran Maksimal: Angka Rp100 miliar bisa jadi merupakan pagu anggaran batas atas, sedangkan realisasi penyerapan dana sebenarnya jauh di bawah angka tersebut. Jika ini yang terjadi, sisa anggaran wajib dikembalikan ke kas negara.
  • Tanda Tanya Transparansi Publik: Jika bukan karena logistik atau pagu batas atas, wajar bila publik menuntut rincian detail (RAB). Transparansi spesifikasi sapi dan harga per daerah sangat dibutuhkan untuk menepis dugaan adanya mark-up atau inefisiensi anggaran.

Bukan Kurban, Maka Wajib Transparan

Karena dana yang digunakan bersumber dari APBN, maka status 1.098 sapi ini bukanlah ibadah personal yang pertanggungjawabannya hanya kepada Tuhan, melainkan program bantuan sosial yang pertanggungjawabannya wajib dilaporkan kepada rakyat.

Dengan rata-rata alokasi dana menembus Rp91 juta per ekor, publik berhak mendapatkan transparansi kemana saja aliran dana ratusan miliar tersebut bermuara, agar niat baik pemerataan bantuan ini tidak menyisakan syak wasangka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:08 WIB

Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria

Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:42 WIB

Terkini

4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan

4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:43 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:31 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pemula, Cocok buat Jogging Santai

4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pemula, Cocok buat Jogging Santai

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:29 WIB

5 Kesalahan Hair Care yang Bisa Merusak Rambut, Masih Sering Dilakukan

5 Kesalahan Hair Care yang Bisa Merusak Rambut, Masih Sering Dilakukan

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:10 WIB

Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh

Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:28 WIB

Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan

Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:50 WIB

Harga Rp9 Ribuan, Apakah Liquid Foundation Viva Tahan Lama? Cek Review Pengguna

Harga Rp9 Ribuan, Apakah Liquid Foundation Viva Tahan Lama? Cek Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:20 WIB

2 Pilihan Sunscreen Sariayu, Lengkap dengan Review Jujur Pembeli dan Harganya

2 Pilihan Sunscreen Sariayu, Lengkap dengan Review Jujur Pembeli dan Harganya

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:07 WIB

Wardah Lite Skin Filter Cushion untuk Kulit Apa? Simak Klaim dan Review Penggunanya

Wardah Lite Skin Filter Cushion untuk Kulit Apa? Simak Klaim dan Review Penggunanya

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:28 WIB

Tips Memilih Sepatu Sekolah yang Tahan Lama dan Gak Gampang Rusak

Tips Memilih Sepatu Sekolah yang Tahan Lama dan Gak Gampang Rusak

Lifestyle | Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:10 WIB

×