- Pertunjukan The Journey karya Cassidy Lee sukses digelar di Institut français d’Indonésie Bandung pada 9 Mei 2026.
- Produksi ini menggabungkan unsur sulap, teater, tari, dan narasi emosional yang dibintangi oleh seniman Griselda Zivanka.
- Seluruh tiket acara terjual habis dan menuai respons positif sebagai inovasi baru dalam seni pertunjukan Indonesia.
Suara.com - Pertunjukan theatrical magic bertajuk The Journey sukses mencuri perhatian penonton di Institut français d’Indonésie Bandung pada 9 Mei 2026.
Seluruh tiket pertunjukan dilaporkan habis terjual dan acara ditutup dengan standing ovation dari penonton yang memenuhi auditorium.
Produksi yang digarap Grispellda tersebut menghadirkan perpaduan antara sulap, teater, tari, serta storytelling sinematik dalam satu panggung imersif.
Pertunjukan ini menjadi salah satu karya theatrical magic yang ramai diperbincangkan di Bandung dalam beberapa waktu terakhir.
Di balik konsep artistik The Journey terdapat nama Cassidy Lee, illusionist sekaligus produser kreatif yang sebelumnya dikenal melalui ajang Indonesia's Got Talent.
Cassidy merupakan penerima Golden Buzzer pada kompetisi tersebut dan telah mengoleksi lebih dari 20 penghargaan internasional di bidang sulap.
Selain aktif tampil di panggung, Cassidy juga terlibat dalam berbagai produksi kreatif internasional, termasuk proyek kolaborasi bersama Netflix dan pertunjukan eksklusif di sejumlah negara.
Melalui The Journey, Cassidy mencoba menghadirkan pendekatan berbeda terhadap pertunjukan sulap di Indonesia.
Produksi ini tidak hanya menampilkan ilusi visual, tetapi juga menggabungkan elemen teatrikal, koreografi, dan narasi emosional dalam satu alur cerita.
Cerita dalam pertunjukan tersebut mengikuti perjalanan seorang tokoh yang kembali ke masa lalu untuk bertemu sosok yang menjadi inspirasinya.
Narasi itu dibangun melalui adegan emosional yang menyinggung tema keberanian, harapan, keraguan diri, hingga pencarian jati diri.
Pendekatan tersebut membuat The Journey lebih menyerupai pengalaman memasuki dunia fantasi dibanding sekadar pertunjukan sulap konvensional.
Pertunjukan ini dibintangi Griselda Zivanka dan turut menghadirkan sejumlah nama di dunia sulap Indonesia seperti Joe Sandy, Steve Marchello, Robert Stevan, serta Ivan Christian.
Sementara kursi sutradara diisi oleh Adrian Martinus dengan Fransiska Irma sebagai executive producer.
Bagi Cassidy Lee, produksi ini menjadi bagian dari visi yang lebih luas untuk perkembangan seni pertunjukan di Indonesia.
Ia ingin menghadirkan sulap sebagai medium storytelling yang mampu membangun pengalaman emosional bagi penonton.
Sambutan positif terhadap The Journey dinilai menjadi sinyal berkembangnya minat publik terhadap pertunjukan theatrical magic experience di Indonesia.