- Dokter Tirta menanggapi asumsi tentang daging kambing bikin kolesterol dan tensi naik yang berkembang selama ini.
- Ia menegaskan daging kambing murni sebenarnya kaya protein dan tidak menyebabkan kolesterol serta hipertensi.
- Penyebab utama kenaikan tekanan darah cara mengolah daging kambing tersebut, termasuk bumbu pendampingnya.
Suara.com - Menyantap hidangan olahan daging kambing seperti sate dan tongseng jadi ritual rutin saat momen Idul Adha. Namun, bagi sebagian orang kuliner ini kerap dihindari karena dituduh sebagai pemicu utama melonjaknya tensi darah dan kolesterol jahat.
Tak jarang ketika memasuki usia 30 hingga 60 tahun, banyak orang yang membatasi diri untuk mengonsumsi daging kambing karena khawatir kolesterol dan tensi naik.
Daging Kambing Menyebabkan Kolesterol dan Darah Tinggi?
Menjawab kekhawatiran menahun ini, dokter sekaligus edukator kesehatan Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta memberikan penjelasan medis yang mencerahkan sekaligus mematahkan mitos tersebut.
Melalui kanal YouTube pribadinya TirtaPengPengPeng, ia menegaskan bahwa daging kambing murni sebenarnya tidak bersalah.
"Daging kambingnya malah sehat, proteinnya tinggi melebihi daging sapi. Komponen daging merah itu yang justru bisa menekan angka kolesterol," ungkap dr. Tirta dalam video bertajuk #Suaratirta: Bongkar Lagi Mitos Dan Fakta Kesehatan Biar Ga Salah Paham! seperti dikutip Jumat (28/5/2026).

Biang Kerok Leher Tegang Usai Makan Olahan Daging Kambing
Jika daging kambingnya sendiri sehat, lalu mengapa banyak orang mengeluhkan leher kaku, pusing, dan tensi meroket setelah makan sate atau gulai? Menurut dr. Tirta, kesalahan utamanya bukan terletak pada jenis dagingnya, melainkan pada cara pengolahan dan bumbu pendampingnya.
"Kok bikin leher tegang? Itu dikarenakan masak dagingnya pakai bumbu kecap yang berlebihan. Jadi yang menyebabkan sate daging kambing, tongseng, tengkleng, dan gule bikin (kolesterol) meroket, komponen garam dan kecapnya," sambung dr. Tirta.
Kandungan natrium yang tinggi pada garam dan penggunaan kecap yang berlebih secara ilmiah memang memicu penyempitan pembuluh darah, yang berujung pada naiknya tekanan darah secara instan.
"Segala sesuatu makanan yang rasa-rasa itu risiko tinggi. Kalau sudah tahu rasanya asin makanya jangan terlalu berlebihan," tukasnya.
Musuh Dalam Selimut: Jeroan dan Gajih
Selain faktor bumbu, dr. Tirta juga mengingatkan untuk waspada terhadap komponen non-daging yang sering ikut disantap, seperti jeroan, usus, babat, dan gajih. Bagian-bagian inilah yang menjadi ladang kolesterol jahat yang sebenarnya.
Jika ingin tetap menikmati sate kambing dengan aman demi menjaga gaya hidup sehat, dr. Tirta oun tips personalnya saat berkuliner.
"Makanya biasanya saya makan sate kambing pakai merica dan kecap sedikit. Daging kambing tidak menyebabkan kolesterol. Yang menyebabkan kolesterol dan tekanan darah naik adalah bumbu dan jeroannya," pungkasnya.