- Hari Raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting kehidupan Sang Buddha yang dirayakan pada 31 Mei 2026 mendatang.
- Umat Buddha di Indonesia merayakan Waisak melalui rangkaian ibadah dan bakti sosial, terutama di kawasan Candi Borobudur.
- Perayaan ini menjadi momentum introspeksi diri untuk meningkatkan kesadaran, kasih sayang, serta menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
Di beberapa tempat, umat melepaskan burung atau ikan ke alam bebas sebagai simbol pembebasan makhluk hidup dari penderitaan, sesuai ajaran Buddha tentang ahimsa (tidak membunuh).
Makna Mendalam Hari Waisak

Hari Waisak bukan sekadar ritual seremonial, melainkan momentum introspeksi diri. Umat diajak merenungkan ajaran Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah yang diajarkan Buddha. Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, Waisak mengingatkan pentingnya mengembangkan kesadaran, belas kasih, dan kedamaian batin.
Di Indonesia, perayaan Waisak juga menjadi wujud kerukunan beragama. Pemerintah, tokoh agama dari berbagai keyakinan, serta masyarakat turut hadir mendukung acara ini. Hal ini memperkuat semangat Pancasila dalam menjaga keberagaman.
Bagi umat Buddha, Waisak adalah saat yang tepat untuk memperbarui tekad menjalani kehidupan yang lebih baik. Banyak yang berjanji untuk lebih giat berlatih sila (moralitas), samadhi (konsentrasi), dan pañña (kebijaksanaan).
Dengan segala kegiatan yang dilakukan, Hari Waisak mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak datang dari harta benda, melainkan dari kedamaian hati dan kontribusi positif bagi sesama makhluk hidup.