- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik diplomat senior Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
- Dino Patti Djalal merupakan mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat era SBY.
- Saat ini, Dino aktif sebagai pendiri Foreign Policy Community of Indonesia yang fokus pada isu kebijakan hubungan internasional.
Suara.com - Rekam jejak karir Dino Patti Djalal ramai dibahas usai kritik yang disampaikan diplomat senior tersebut terhadap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto mendapat respons langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Melalui video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan sejumlah hal yang menurutnya perlu diluruskan terkait biaya perjalanan Presiden, jumlah rombongan yang menyertai, hingga alasan di balik padatnya agenda diplomasi luar negeri Prabowo.
Dalam pernyataannya, Teddy juga menyinggung rekam jejak Dino Patti Djalal yang pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu).
"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tutur Teddy.
![Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/35914-sekretaris-kabinet-seskab-teddy-indra-wijaya.jpg)
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memunculkan kembali perhatian terhadap sosok Dino Patti Djalal. Lalu siapa sebenarnya Dino Patti Djalal dan bagaimana rekam jejaknya di dunia diplomasi Indonesia?
Rekam Jejak Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal merupakan salah satu diplomat Indonesia yang cukup berpengaruh dalam dua dekade terakhir. Lahir di Belgrade, Yugoslavia (kini Serbia) pada 10 September 1965, ia merupakan putra diplomat senior Indonesia Hasjim Djalal.
Karier diplomatik Dino dimulai setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1987. Sejak saat itu, ia banyak terlibat dalam berbagai isu strategis hubungan internasional Indonesia.
Nama Dino mulai dikenal luas ketika dipercaya menjadi Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jabatan tersebut diembannya sejak 2004 hingga 2010.
Dalam posisi tersebut, Dino menjadi salah satu wajah diplomasi Indonesia di hadapan media internasional. Ia kerap menjelaskan kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk berbagai forum internasional yang dihadiri Presiden SBY.
Pernah Jadi Dubes RI untuk Amerika Serikat
Pada 2010, Dino Patti Djalal dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.
Selama menjabat hingga 2013, ia berperan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-AS, termasuk di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, hingga kerja sama keamanan.
Penugasannya di Washington DC dianggap sebagai salah satu periode penting dalam hubungan Indonesia dan Amerika Serikat yang saat itu tengah berkembang pesat melalui skema Kemitraan Komprehensif.
Menjadi Wakil Menteri Luar Negeri
Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Dino Patti Djalal diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada Juli 2014.
Namun masa jabatannya memang relatif singkat. Ia hanya menjabat hingga berakhirnya pemerintahan Presiden SBY pada Oktober 2014 atau sekitar tiga bulan, sebagaimana disinggung Teddy Indra Wijaya dalam pernyataannya.
Meski singkat, pengangkatannya sebagai Wamenlu menjadi salah satu puncak karier diplomatiknya setelah bertahun-tahun berkiprah di Kementerian Luar Negeri.
Aktif sebagai Pengamat dan Pendiri FPCI
Setelah tidak lagi berada di pemerintahan, Dino tetap aktif dalam isu kebijakan luar negeri.
Pada 2015, ia mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebuah organisasi yang fokus meningkatkan literasi publik mengenai hubungan internasional, geopolitik, dan diplomasi.
Melalui berbagai forum diskusi, konferensi internasional, serta publikasi kebijakan, Dino terus menjadi salah satu suara yang diperhitungkan dalam pembahasan isu global di Indonesia.
Selain itu, ia juga kerap memberikan pandangan mengenai hubungan Indonesia dengan negara-negara besar, dinamika ASEAN, hingga perkembangan geopolitik kawasan Indo-Pasifik.
Kritik terhadap Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Belakangan, Dino Patti Djalal kembali menjadi sorotan setelah mengkritik intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Dino, frekuensi perjalanan luar negeri Presiden perlu dievaluasi dari sisi efektivitas diplomasi serta dampaknya terhadap kepentingan nasional.
Kritik tersebut kemudian ditanggapi Teddy Indra Wijaya yang menilai sejumlah informasi perlu diluruskan agar publik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai tujuan dan manfaat kunjungan luar negeri Presiden.
Perdebatan tersebut pun menarik perhatian publik karena mempertemukan dua figur yang sama-sama memiliki latar belakang kuat dalam urusan pemerintahan dan hubungan internasional.
Sementara Teddy kini menjadi orang dekat Presiden Prabowo di lingkaran Istana, Dino Patti Djalal dikenal sebagai diplomat senior yang telah lama berkecimpung dalam dunia diplomasi Indonesia.