Apa itu Entomologi? Ilmu yang Digeluti Dadan Hindayana sebelum Jadi Kepala BGN

Ruth Meliana

Kamis, 04 Juni 2026 | 14:15 WIB
Apa itu Entomologi? Ilmu yang Digeluti Dadan Hindayana sebelum Jadi Kepala BGN
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Instagram)
baca 10 detik
  • Dadan Hindayana adalah pakar entomologi lulusan Jerman yang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 19 Agustus 2024.
  • Ilmu entomologi yang dikuasai Dadan berfokus pada studi serangga untuk mendukung ketahanan pangan serta pengelolaan ekosistem pertanian nasional.
  • Jabatan Dadan sebagai Kepala BGN berakhir pada 3 Juni 2026 setelah ditangkap Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi MBG.

Suara.com - Latar belakang Dadan Hindayana sebelum menjadi Kepala BGN ikut menjadi sorotan. Pasalnya, ia menekuni ilmu entomologi, alih-alih ilmu gizi yang menjadi jabatannya.

Lantas, apa itu entomologi?

Entomologi adalah cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga (insecta). Kata "entomologi" berasal dari bahasa Yunani, yaitu entomon yang berarti serangga dan logos yang berarti ilmu atau pengetahuan.

Ilmu ini mencakup berbagai aspek kehidupan serangga, mulai dari struktur tubuh, fisiologi, siklus hidup, perilaku, ekologi, hingga interaksi mereka dengan lingkungan, tanaman, hewan, dan manusia.

Meskipun serangga hanya merupakan salah satu kelas dalam filum Arthropoda, jumlah spesiesnya mencapai lebih dari satu juta dan diperkirakan masih banyak yang belum teridentifikasi.

Entomologi terbagi menjadi beberapa sub-bidang, seperti entomologi terapan, yang fokus pada pemanfaatan atau pengendalian serangga untuk kepentingan manusia.

Contohnya adalah pengendalian hama tanaman, pengembangan serangga sebagai agen biologi, studi vektor penyakit seperti nyamuk pembawa malaria atau demam berdarah, hingga pemanfaatan serangga dalam industri pangan dan lingkungan.

Di bidang pertanian, entomologi sangat krusial karena serangga dapat berperan sebagai hama yang merusak tanaman sekaligus sebagai predator alami yang membantu mengendalikan populasi hama lainnya.

Di Indonesia, yang memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi, entomologi memegang peranan penting dalam ketahanan pangan dan perlindungan lingkungan.

baca juga

Penelitian entomologi membantu petani mengurangi ketergantungan pada pestisida kimiawi melalui pengendalian hayati, seperti menggunakan serangga predator atau parasitoid.

Selain itu, ilmu ini juga berkontribusi pada studi keanekaragaman hayati dan konservasi.

Salah satu tokoh Indonesia yang mendalami ilmu ini adalah Dr. Ir. Dadan Hindayana. Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967, Dadan Hindayana dikenal sebagai pakar entomologi sebelum terjun ke dunia birokrasi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pertama pada 19 Agustus 2024.

Perjalanan akademik Dadan Hindayana sangat kuat di bidang ini. Ia lulus S1 Proteksi Tanaman (Hama dan Penyakit Tumbuhan) di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1990 sebagai lulusan terbaik.

Kemudian, ia melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman (lulus 1997), dan meraih gelar Doktor (S3) di Leibniz Universität Hannover, Jerman, pada tahun 2000 dengan fokus pada entomologi terapan, khususnya interaksi predator serangga.

Sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB, Dadan aktif melakukan penelitian. Beberapa karyanya meliputi studi tentang keanekaragaman serangga Ordo Coleoptera di area reklamasi pascatambang batubara, preferensi serangan tikus sawah, serta berbagai penelitian tentang hama dan musuh alaminya.

Karya ilmiahnya sering dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional, menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan akademisi pertanian Indonesia.

Latar belakang entomologi Dadan Hindayana sempat menjadi sorotan publik ketika ia diangkat menjadi Kepala BGN. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana ahli serangga bisa memimpin lembaga yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pengetahuan mendalam tentang ekosistem pertanian dan ketahanan pangan yang diperoleh dari studi entomologi justru relevan. Serangga berperan besar dalam produksi pangan—baik sebagai penyerbuk, pengurai, maupun potensi sumber protein alternatif di masa depan.

Pengalaman Dadan Hindayana di bidang proteksi tanaman juga memberikan perspektif holistik terhadap keamanan pangan, mulai dari produksi hingga distribusi. Meski demikian, jabatannya sebagai Kepala BGN berakhir pada 3 Juni 2026 setelah ia ditangkap Kejagung atas kasus dugaan korupsi MBG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Korupsi Dadan Hindayana? Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Suap MBG

Berapa Korupsi Dadan Hindayana? Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Suap MBG

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:32 WIB

Lebih Kaya dari Dadan Hindayana, Intip Aset Lodewyk Pusung Eks Wakil Kepala BGN

Lebih Kaya dari Dadan Hindayana, Intip Aset Lodewyk Pusung Eks Wakil Kepala BGN

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:41 WIB

Adu Kekayaan 3 Eks Petinggi BGN Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis, Siapa Paling Tajir?

Adu Kekayaan 3 Eks Petinggi BGN Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis, Siapa Paling Tajir?

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×