- Duduk terlalu lama merupakan kebiasaan yang umum terjadi, terutama pada pekerja kantoran, pelajar, dan pengguna komputer.
- Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari 6–8 jam per hari secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika kurang beraktivitas fisik.
- Karena itu, penting memahami dampak duduk sepanjang hari, termasuk kaitannya dengan kenaikan berat badan dan gangguan kesehatan lainnya.
Suara.com - Duduk merupakan aktivitas yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi pekerja kantoran, pelajar, maupun mereka yang sering menggunakan komputer.
Namun, kebiasaan duduk terlalu lama ternyata dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus setiap hari.
Sejumlah penelitian bahkan menemukan bahwa duduk lebih dari 6 hingga 8 jam per hari secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Karena itu, penting untuk memahami dampak yang mungkin muncul akibat terlalu lama duduk agar dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Lalu, apa saja bahaya duduk terlalu lama sepanjang hari terhadap tubuh, termasuk benarkah kebiasaan ini bisa bikin gendut? Melansir Healthline, berikut delapan dampak yang perlu diwaspadai.
![ilustrasi bekerja dari rumah [pexels/Vlada Karpovich]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/18/25688-ilustrasi-bekerja-dari-rumah-pexelsvlada-karpovich.jpg)
1. Kenaikan Berat Badan
Duduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh karena otot menjadi lebih jarang bergerak. Akibatnya, tubuh menghasilkan lebih sedikit enzim yang membantu mengolah lemak dan gula dari makanan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan kurang bergerak berkaitan dengan peningkatan indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, dan persentase lemak tubuh.
Duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan penumpukan lemak visceral di sekitar organ vital, yang berisiko memicu diabetes dan penyakit jantung.
2. Kaki dan Otot Bokong Melemah
Kurangnya aktivitas fisik membuat otot kaki dan bokong jarang digunakan untuk menopang tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan atrofi atau penyusutan otot sehingga kekuatannya berkurang seiring waktu.
Otot tubuh bagian bawah berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas tubuh. Jika otot-otot tersebut melemah, risiko cedera saat berjalan, berolahraga, atau melakukan aktivitas sehari-hari bisa meningkat.
3. Risiko dan Komplikasi Diabetes
Terlalu banyak duduk, terutama saat menonton televisi, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, aktivitas fisik intensitas sedang terbukti dapat membantu menurunkan risiko penyakit tersebut.
Bagi penderita diabetes, kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat memperburuk kondisi kesehatan. Risiko komplikasi seperti stroke, gangguan penglihatan, dan masalah kesehatan lainnya pun dapat meningkat.