Apa itu Mark Up? Modus Dadan Hindayana Korupsi Motor MBG

Ruth Meliana

Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:15 WIB
Apa itu Mark Up? Modus Dadan Hindayana Korupsi Motor MBG
mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Suara.com/Iqbal)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari Kepala Badan Gizi Nasional.
  • Dadan Hindayana diduga melakukan kasus korupsi MBG.
  • Dadan ditetapkan sebagai tersangka atas penggelembungan harga pengadaan motor listrik dan barang operasional program MBG.

Suara.com - Dadan Hindayana dicopot dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni 2026. Keesokan harinya, Dadan ditetapkan sebagai tersangka korupsi program makan bergizi gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung.

Dadan diduga melakukan mark up besar-besaran pada proyek motor listrik MBG. Lantas, apa itu mark up?

Mark up merupakan salah satu modus korupsi klasik dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Secara sederhana, mark up adalah penggelembungan harga atau pembengkakan nilai proyek di atas harga pasar yang wajar.

Pelaku biasanya memanipulasi spesifikasi teknis, Kerangka Acuan Kerja (KAK), atau proses lelang agar vendor tertentu menang, kemudian selisih harga yang "dibuat-buat" itu mengalir sebagai keuntungan pribadi atau kelompok.

Praktik ini merugikan negara karena anggaran publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat justru "dipotong" oleh oknum.

Menurut Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi, Dadan Hindayana telah melakukan korupsi terkait pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan total nilai sekitar Rp 1 triliun. Harga per unit disebut mencapai Rp 42 juta, jauh di atas harga pasar motor listrik standar.

Padahal, sebelumnya Dadan Hindayana sempat membela pengadaan tersebut dengan mengklaim harganya di bawah pasar. Kini terungkap adanya mark up yang signifikan, dan vendor yang ditunjuk (PT YAT) bahkan disebut tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki dealer atau bengkel aktif.

Modus yang digunakan Dadan cukup sistematis. Ia diduga melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga KAK pengadaan tidak disusun sesuai kebutuhan riil di lapangan.

baca juga

Spesifikasi barang dibuat sedemikian rupa agar hanya vendor tertentu yang bisa memenuhi, kemudian harga dinaikkan secara artifisial.

Selain motor listrik, mark up juga terjadi pada pengadaan 32.000 pasang sepatu, lebih dari 31.000 tablet, dan ribuan televisi 75 inci. Barang-barang ini disebut tidak sepenuhnya mendukung operasional program MBG dan sudah tersebar ke berbagai daerah.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, dengan anggaran yang sangat besar.

Namun, alih-alih fokus pada tujuan utama, sebagian anggaran justru bocor melalui pengadaan yang tidak perlu dan di-mark up.

Akibatnya, timbul kerugian negara yang belum dihitung secara pasti, tetapi dipastikan mencapai triliunan rupiah jika dilihat dari skala pengadaannya.

Kasus ini sempat viral di media sosial karena isu motor listrik Rp1 triliun. Masyarakat bertanya-tanya mengapa lembaga yang bertugas mengurusi gizi justru membeli ribuan motor mahal.

Dadan Hindayana sebelumnya membantah tudingan mark up dan menyebut angka pengadaan yang beredar sebagai hoaks. Namun, setelah dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juni 2026, Kejagung langsung bertindak cepat. Dadan pun dijerat dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

Gus Ipul: Koruptor di Kemensos Akan Dikejar hingga Masa Pensiun

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:23 WIB

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:41 WIB

Usut Proyek BGN Era Dadan Hindayana, Kejagung Temukan Vendor Konveksi Suplai 21 Ribu Motor Listrik

Usut Proyek BGN Era Dadan Hindayana, Kejagung Temukan Vendor Konveksi Suplai 21 Ribu Motor Listrik

Otomotif | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:50 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×