- Ekonom Chatib Basri diisukan menggantikan posisi Menteri Keuangan saat nilai tukar rupiah melemah secara signifikan baru-baru ini.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah membantah adanya rencana perombakan jabatan Menteri Keuangan dalam kabinet pemerintah saat ini.
- Chatib Basri dikenal sebagai mantan Menteri Keuangan era SBY yang memiliki rekam jejak akademis serta profesional sangat kredibel.
Suara.com - Nama Chatib Basri kini banyak dicari setelah sempat diisukan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI.
Sosok Chatib Basri tentu tidak asing di telinga masyarakat. Pasalnya, Ekonom ini pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013 hingga 2014 silam.
Rumor penggantian Purbaya Yudhi Sadewa muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Nama Chatib Basri disebut-sebut sebagai kandidat kuat karena pengalaman dan kredibilitasnya di kalangan investor serta pelaku pasar.
Spekulasi ini cepat menyebar di media sosial, seperti X (Twitter) dan Threads, membuat namanya trending.
Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sendiri tegas membantah adanya rencana reshuffle Menteri Keuangan tersebut.
Rumor ini juga memicu rasa ingin tahu publik mengenai jejak pendidikan Chatib Basri.
Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965 dari keluarga perantau Minangkabau. Ia mengenyam pendidikan menengah di Kolese Kanisius, Jakarta.
Pendidikan tingginya dimulai di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), di mana ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 1992.
Setelah lulus, ia aktif sebagai peneliti di LPEM-FEUI sekaligus menjadi dosen di almamaternya
Rasa haus akan ilmu mendorongnya melanjutkan studi ke luar negeri. Chatib meraih gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.) dari Australian National University (ANU), Australia, pada 1996.
Lima tahun kemudian, tepatnya pada 2001, ia berhasil menyelesaikan program Doktor (Ph.D.) di bidang Ekonomi dari universitas yang sama.
Pendidikan di ANU membekalinya dengan keahlian mendalam di bidang ekonomi makro, perdagangan internasional, dan kebijakan fiskal.
Karier Chatib Basri sangat gemilang. Ia pernah menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Mei 2013 hingga Oktober 2014 di Kabinet Indonesia Bersatu II era SBY.
Selama menjabat, ia dikenal sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.
Setelah itu, ia kembali ke dunia akademik sebagai dosen FEUI, mendirikan lembaga riset, serta terlibat di berbagai posisi strategis, termasuk Chairman Bank Mandiri dan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Pada 2012, Chatib Basri ditunjuk Presiden SBY untuk menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal menggantikan Gita Wirjawan.
Setahun kemudian pada 2013, Chatib Basri dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden SBY. Saat itu, ia menggantikan Agus Martowardojo yang mengundurkan diri karena terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Saat ini, Chatib Basri menjadi Komisaris Utama PT Bank Mandiri tbk dan Presiden Komisaris PT XL Axiata. Ia juga menjadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas INdonesia.