- Sosok Chatib Basri ramai diisukan bakal kembali menjabat Menkeu Purbaya.
- Ekonom senior tersebut memiliki latar belakang pendidikan sangat mentereng.
- Chatib Basri sempat dipercaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dari krisis global.
Suara.com - Sosok ekonom senior Muhammad Chatib Basri mendadak jadi perbincangan hangat di jagat media sosial maupun lingkaran politik.
Chatib Basri yang akrab disapa Dede ini disebut-sebut bakal mengisi posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya.
Meski kabar ini masih bersifat rumor, publik seolah diingatkan kembali pada sosok Chatib Basri sebagai salah satu ekonom "bertangan dingin" yang pernah dimiliki Indonesia.
Ia bukanlah pemain baru di pemerintahan, melainkan sosok teknokrat yang sudah kenyang pengalaman di level nasional maupun internasional.
Lantas, seperti apa rekam jejak dan profil lengkap Chatib Basri? Simak ulasannya berikut ini.
![Muhamad Chatib Basri, Visiting Scholar Center for International Development, Harvard University. [Ist/Syahda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/02/98771-muhamad-chatib-basri.jpg)
Dari Panggung Teater ke Panggung Ekonomi
Lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965, Chatib Basri tumbuh dalam keluarga terpelajar asal Rao, Pasaman, Sumatera Barat.
Menariknya, darah seni mengalir kuat dalam tubuhnya karena ia merupakan keponakan dari sastrawan legendaris Indonesia, Asrul Sani.
Sebelum akrab dengan angka dan kebijakan fiskal, Chatib kecil justru lebih tertarik pada dunia sastra, politik, dan seni.
Ia bahkan tercatat pernah mencicipi panggung akting dalam pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Pendidikan Mentereng di Dalam dan Luar Negeri
Meski sempat mencintai dunia teater, Chatib akhirnya memilih jalur ekonomi sebagai jalan hidupnya.
Ia merupakan lulusan Kolese Kanisius dan menamatkan gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1992.
Haus akan ilmu, Chatib terbang ke Australia untuk menempuh studi di Australian National University (ANU).
Di sana, ia merengkuh gelar Master of Economic Development (1996) hingga gelar Ph.D di bidang Ekonomi (2001).
Selama di Australia, ia juga sempat menjadi asisten peneliti untuk ekonom ternama, Prof. Hal Hill.
Penyelamat Ekonomi di Masa 'Taper Tantrum'
Karier Chatib di pemerintahan dimulai sebagai teknokrat di belakang layar, mulai dari Penasihat Khusus Menteri Keuangan (2006-2010) hingga menjadi perwakilan Indonesia (Sherpa) di forum G-20.
Puncak kariernya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimulai saat ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012.
Setahun kemudian, pada 21 Mei 2013, ia dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Agus Martowardojo.
Prestasi yang paling diingat adalah ketenangannya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia saat dihantam badai Taper Tantrum, gejolak pasar keuangan global akibat kebijakan moneter Amerika Serikat pada periode 2013-2014.
Di bawah komandonya, fiskal Indonesia tetap kredibel dan kepercayaan investor terjaga.
Laris Manis di Level Internasional dan Korporasi
Setelah tidak lagi menjabat menteri, kualitas Chatib Basri tetap diakui dunia.
Ia kerap menjadi konsultan bagi lembaga-lembaga raksasa dunia, seperti:
- World Bank (Bank Dunia)
- IMF (International Monetary Fund)
- Asian Development Bank (ADB)
- OECD dan UNCTAD
Tak hanya itu, ia juga dipercaya memegang jabatan mentereng di berbagai perusahaan besar.
Saat ini, Chatib menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk.
Chatib Basri juga menduduki posisi sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dilantik pada 5 November 2024 lalu.
Dengan segudang pengalaman sebagai akademisi, mantan menteri, hingga pimpinan korporasi, tak heran jika namanya kini santer diisukan bakal kembali menakhodai Kementerian Keuangan.