- Ekonom senior Chatib Basri dirumorkan menjadi kandidat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Juni 2026.
- Isu tersebut muncul akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global yang sangat penuh tantangan.
- Pemerintah secara resmi membantah rencana pergantian menteri tersebut dan menyatakan Purbaya Yudhi tetap menjalankan tugasnya.
Bahkan disebutkan ia pulang mendadak dari Amerika Serikat, yang semakin menguatkan spekulasi tersebut.
Berbagai kalangan, terutama pelaku pasar saham dan investor, melihat Chatib sebagai sosok yang mampu menstabilkan kepercayaan pasar karena rekam jejaknya yang solid.
Namun, Purbaya Yudhi Sadewa tegas membantah rumor pengunduran dirinya. Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026, ia menyatakan tetap menjalankan tugas sebagai bendahara negara dan tidak mengetahui asal-usul isu tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah adanya rencana reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, spekulasi terus beredar, menunjukkan tingginya ekspektasi publik terhadap kepemimpinan ekonomi nasional.
Mengapa Chatib Basri Dianggap Layak?
![Chatib Basri. [bidikan layar YouTube/Prabowo Subianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/06/81459-chatib-basri.jpg)
Banyak yang menilai Chatib Basri memiliki “tangan dingin” dalam mengelola ekonomi. Pengalamannya menangani krisis dan koordinasi internasional saat menjabat Menkeu periode 2013-2014 dianggap relevan dengan kondisi saat ini.
Ia dikenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawati dan memiliki jaringan luas di kalangan akademisi serta investor global. Pendekatannya yang berbasis data dan analisis mendalam diharapkan dapat meredam gejolak rupiah serta menjaga stabilitas fiskal.
Di tengah tantangan geopolitik, inflasi global, dan target pertumbuhan ekonomi Indonesia, sosok seperti Chatib Basri yang menggabungkan keahlian teknis, pengalaman pemerintahan, dan kredibilitas internasional menjadi pilihan yang masuk akal. Namun, semua tetap bergantung pada keputusan Presiden.