- Ekonom senior Chatib Basri dirumorkan menjadi kandidat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Juni 2026.
- Isu tersebut muncul akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global yang sangat penuh tantangan.
- Pemerintah secara resmi membantah rencana pergantian menteri tersebut dan menyatakan Purbaya Yudhi tetap menjalankan tugasnya.
Suara.com - Nama Chatib Basri kembali menjadi sorotan publik. Ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini ramai digadang-gadangkan sebagai kandidat pengganti Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Spekulasi ini muncul di tengah pelemahan rupiah dan dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. Lantas, seperti apa latar belakang keluarga Chatib Basri?
Latar Belakang Keluarga: Anak dari Keluarga Intelektual Minang
![Muhamad Chatib Basri, Visiting Scholar Center for International Development, Harvard University. [Ist/Syahda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/02/98771-muhamad-chatib-basri.jpg)
Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia merupakan anak dari pasangan Chairul Basri (ayah) dan Nurbaiti (ibu).
Ayahnya berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat, dan merupakan perantau Minangkabau.
Chairul Basri adalah kakak dari sastrawan terkenal Asrul Sani, sehingga Chatib tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kental dengan dunia intelektual, sastra, dan seni.
Semasa kecil, Chatib lebih tertarik pada politik, sastra, dan seni daripada ekonomi. Ia bahkan sempat terlibat dalam pementasan teater di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Darah seni dan intelektualitas dari keluarga Minang ini membentuk pola pikirnya yang kritis dan visioner.
Meski demikian, ia kemudian menekuni bidang ekonomi dan meraih kesuksesan gemilang di dunia tersebut. Ia menikah dengan Dana Iswara dan dikaruniai tiga orang anak.
Pendidikan dan Karier Cemerlang Chatib Basri

Chatib menempuh pendidikan di Kolese Kanisius, kemudian menyelesaikan sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) pada 1992.
Ia melanjutkan studi ke Australian National University (ANU), meraih gelar Master of Economic Development (M.Ec.Dev.) pada 1996 dan Ph.D. di bidang Ekonomi beberapa tahun kemudian.
Karier profesionalnya dimulai sebagai peneliti di LPEM-FEUI dan dosen di universitas yang sama.
Ia pernah menjadi Penasihat Khusus Menteri Keuangan (2006-2010), Deputi Menteri Keuangan untuk G-20, Sherpa Indonesia untuk G-20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelum diangkat menjadi Menteri Keuangan pada Mei 2013 hingga Oktober 2014.
Setelah itu, Chatib aktif di dunia akademik dan bisnis. Ia menjadi Visiting Scholar di Harvard Center for International Development, dosen FEUI, co-founder CRECO Research, serta menjabat komisaris dan komisaris utama di berbagai perusahaan besar seperti Bank Mandiri (sebagai Chairman), Astra International, dan XL Axiata.
Pengalamannya yang luas di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik menjadikannya salah satu ekonom paling dihormati di Indonesia.
Rumor Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/01/87705-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa.jpg)
Pada awal Juni 2026, jagat media sosial diramaikan kabar bahwa Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur atau digantikan. Nama Chatib Basri langsung mencuat sebagai kandidat terkuat.
Bahkan disebutkan ia pulang mendadak dari Amerika Serikat, yang semakin menguatkan spekulasi tersebut.
Berbagai kalangan, terutama pelaku pasar saham dan investor, melihat Chatib sebagai sosok yang mampu menstabilkan kepercayaan pasar karena rekam jejaknya yang solid.
Namun, Purbaya Yudhi Sadewa tegas membantah rumor pengunduran dirinya. Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026, ia menyatakan tetap menjalankan tugas sebagai bendahara negara dan tidak mengetahui asal-usul isu tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah adanya rencana reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, spekulasi terus beredar, menunjukkan tingginya ekspektasi publik terhadap kepemimpinan ekonomi nasional.
Mengapa Chatib Basri Dianggap Layak?
![Chatib Basri. [bidikan layar YouTube/Prabowo Subianto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/06/81459-chatib-basri.jpg)
Banyak yang menilai Chatib Basri memiliki “tangan dingin” dalam mengelola ekonomi. Pengalamannya menangani krisis dan koordinasi internasional saat menjabat Menkeu periode 2013-2014 dianggap relevan dengan kondisi saat ini.
Ia dikenal dekat dengan Sri Mulyani Indrawati dan memiliki jaringan luas di kalangan akademisi serta investor global. Pendekatannya yang berbasis data dan analisis mendalam diharapkan dapat meredam gejolak rupiah serta menjaga stabilitas fiskal.
Di tengah tantangan geopolitik, inflasi global, dan target pertumbuhan ekonomi Indonesia, sosok seperti Chatib Basri yang menggabungkan keahlian teknis, pengalaman pemerintahan, dan kredibilitas internasional menjadi pilihan yang masuk akal. Namun, semua tetap bergantung pada keputusan Presiden.